Pesan Harian UJH : Menikah di Usia Muda

Melihat pasangan yang akan melangsungkan akad nikah sempat kaget. Wajahnya begitu polos dan belia. Dalam hati menebak jangan-jangan ini belum tamat kuliah atau masih kuliah. Setelah diam-diam bertanya, ternyata benar. Kedua calon pengantin belum setahun tamat SMA.

Memang tidak harus menunggu mapan dulu baru menikah. Tidak mesti sukses terlebih dahulu baru berumah tangga. Sebab agama dan aturan berumah tangga tidak memuat aturan yang demikian.

Akan tetapi yang perlu dijaga adalah jangan sampai lemah dalam beberapa hal yang nanti akan merusak rumah tangga. Yakni lemah ekonomi, lemah fisik, lemah dalam pengetahuan, lemah semangat juang atau lemah semangat hidup dan lemah agama. Sebab lima hal tersebut sengat penting di jaga dalam berkeluarga. Sabda Rasulullah,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وجاءٌ
“Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang sudah mampu menanggung nafkah, hendaknya dia menikah. Karena menikah lebih mampu menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Sementara siapa saja yang tidak mampu maka hendaknya ia berpuasa karena puasa bisa menjadi tameng syahwat baginya.” (HR. Bukhari, Muslim)

Pagar Dewa, 03022024
Salam Ujh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar