oleh

Rohidin Mersyah Gagas 4 Ikon Bengkulu Menjadi Kawasan Pusaka Merajut Nusantara

BENGKULU, JB – Dalam mengembangkan nilai historis sejarah Indonesia yang ada di Provinsi Bengkulu, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menggagas 4 Ikon Bengkulu menjadi Kawasan Pusaka Merajut Bangsa.

Masjid Jamik Bengkulu

“Kita akan menggagas kawasan rumah Ibu Fatmawati, yang terletak di pusat kota menjadi kawasan pusaka merajut nusantara, mulai dari masjid, rumah adat Bengkulu, rumah Ibu Fat hingga rumah persinggahan Bung Karno. Hal itu, agar nilai historis sejarah bisa betul-betul melekat dalam memori seluruh anak bangsa,” ujar Rohidin saat menghadiri acara Kenduri dan Peresmian Yayasan Pusaka Merajut Nusantara (Y-PMN) di Rumah peninggalan keluarga Fatmawati anggut atas, Sabtu(1/6).

Rumah Adat Bengkulu

Lanjutnya, ia juga menyambut baik gagasan secara akademik Universitas Bengkulu (UNIB) untuk memposisikan fakultas hukumnya menjadi program studi hukum Pancasila. Hal ini sangat bagus dan bertepatan dengan momen hari lahirnya Pancasila ini.

“Membangun daerah memang membutuhkan dukungan bersama termasuk dari akademisi, dalam mengembangkan nilai sejarah dan budaya sehingga kekhasan daerah muncul secara nasional. Selain itu, komunikasi produktif tentang potensi daerah yang telah diidentifikasi layak ikut diangkat secara nasional, antaralain Merah Putih yang dijahit oleh Ibu Fatmawati, potensi Gheothermal untuk ketahanan energi nasional, kopi bengkulu dan potensi Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu,” jelasnya.

Rumah Ibu Fatmawati

Sementara itu, Pendiri Yayasan PMN Ahmad Kanedi yang juga hadir pada acara tersebut menjelaskan, kegiatan peringatan hari lahir pancasila kita buat berbeda dari yang lain, dengan melakukan kenduri sekaligus doa di rumah pahlawan nasional Ibu Fatmawati. Menurutnya, meski dilaksanakan secara sederhana, namun bernuansa sakral.

Rumah Kediaman Bung Karno

“Disini kita ingin memaknai hari lahirnya Pancasila, Bengkulu sebagai pusat kajian Pancasila yang satu-satunya di Indonesia yaitu di UNIB dan kita akan mulai komunikasikan. Bahkan jika perlu di UNIB kita dukung ada program Doktor Pasca Sarjana khusus hukum Pancasila,” katanya.(ADV)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.