16 Siswa Aratana Kibou Curup Ikuti Ujian JFT-Basic A2 di Jakarta, Siap Kerja ke Jepang
Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di pasar global terus dilakukan dari daerah. LPKK Aratana Kibou Curup, lembaga pelatihan bahasa dan budaya Jepang di Kabupaten Rejang Lebong, resmi memberangkatkan 16 siswa terbaiknya ke Jakarta untuk mengikuti ujian Japan Foundation Test for Basic Japanese (JFT-Basic) A2, Kamis (15/5/2026).
Ujian JFT-Basic A2 merupakan salah satu syarat utama dalam program penempatan tenaga kerja terampil (Tokutei Ginou/Specified Skilled Worker) ke Jepang.
Pemberangkatan para peserta dilepas langsung oleh pimpinan LPKK Aratana Kibou Curup, Irham Awaludin atau yang akrab disapa Irham Sensei. Seluruh peserta yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi dan pembinaan intensif, mulai dari kemampuan bahasa, pemahaman budaya Jepang, hingga pembentukan disiplin kerja.
“Hari ini menjadi langkah penting bagi para siswa untuk membuktikan kemampuan mereka. Kami menargetkan kelulusan 100 persen agar proses penempatan kerja ke Jepang dapat berjalan tahun ini juga,” ujar Irham Sensei.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kelulusan ujian, tetapi juga dari keberhasilan penempatan kerja para peserta di Jepang secara legal dan tepat waktu.
Menurutnya, LPKK Aratana Kibou Curup selama ini terus berkomitmen menjadi jembatan bagi generasi muda daerah untuk memperoleh peluang kerja di Jepang melalui jalur resmi dan terstruktur.
Setiap tahunnya, lembaga tersebut mampu memberangkatkan sekitar 20 hingga 40 tenaga kerja ke Jepang melalui berbagai program, seperti Specified Skilled Worker (SSW), pemagangan (Ginou Jisshusei), hingga program beasiswa pendidikan.
Untuk menghadapi ujian JFT-Basic A2, para siswa dibekali metode pembelajaran berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di Jepang, khususnya dalam kemampuan komunikasi praktis sehari-hari.
“Kami akan terus mendampingi para siswa mulai dari proses administrasi, ujian kompetensi, hingga masa adaptasi kerja di Jepang,” pungkasnya.
Reporter : Hendri Gunawan










