Pemprov Bengkulu Bangun ASN Humanis Lewat Retret Muslimah Merah Putih

Pemprov Bengkulu Bangun ASN Humanis Lewat Retret Muslimah Merah Putih 

 

 

Bengkulu, Jurnalisbengkulu.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat pembinaan karakter aparatur sipil negara (ASN) melalui program Retret Muslimah Merah Putih. Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Bengkulu dalam membentuk ASN perempuan yang berintegritas, berakhlak mulia, serta mampu memberikan pelayanan publik yang profesional dan humanis.

Kegiatan yang digelar pada Kamis (16/7/2026) tersebut diikuti ASN perempuan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Srikandi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bengkulu.

Melalui pembinaan spiritual ini, peserta dibekali nilai-nilai keagamaan, penguatan karakter, serta kemampuan mengelola emosi dalam menghadapi dinamika tugas sebagai pelayan masyarakat.

Materi yang disampaikan tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga membahas pentingnya membangun keluarga yang harmonis, menjaga komunikasi yang baik dalam rumah tangga, serta mendidik anak dengan penuh kasih sayang.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi ASN perempuan agar mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab sebagai aparatur negara dan peran di lingkungan keluarga.

Pemerintah Provinsi Bengkulu memandang bahwa kualitas pelayanan publik sangat dipengaruhi oleh karakter, integritas, dan kesehatan mental para aparatur. ASN yang memiliki ketenangan batin dan kecerdasan emosional diyakini akan mampu bekerja lebih profesional, bijaksana dalam mengambil keputusan, serta memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada masyarakat.

Retret Muslimah Merah Putih juga menjadi bagian dari komitmen Pemprov Bengkulu dalam membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai religius, disiplin, dan kepedulian.

Pembinaan ini diharapkan mampu melahirkan ASN perempuan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga menjadi teladan di lingkungan kerja maupun keluarga.

Kegiatan ditutup dengan sesi muhasabah sebagai momentum refleksi diri untuk memperkuat komitmen dalam mengemban amanah sebagai pelayan masyarakat.

Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis akan lahir aparatur perempuan yang religius, berkarakter, dan mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin baik serta pelayanan publik yang prima bagi masyarakat Bengkulu. (ADV)