Dari Gelap Menjadi Terang, Dedy Wahyudi Hidupkan Harapan di Tiga Jembatan Kota Bengkulu

BENGKULU, jurnalisbengkulu.com — Malam di sejumlah sudut Kota Bengkulu kini terasa berbeda. Jembatan yang sebelumnya tenggelam dalam gelap mulai dihiasi cahaya lampu, membuat suasana di sekitarnya tampak lebih terang sekaligus memberi rasa nyaman bagi masyarakat yang melintas.

Sabtu malam, 22 Agustus 2026, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi meresmikan lampu penerangan di tiga titik jembatan. Peresmian itu bukan sekadar menyalakan lampu, tetapi menjadi bagian dari upaya pemerintah kota mempercantik wajah kota sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga.

Tiga lokasi tersebut berada di kawasan Hibrida Ujung, Kelurahan Sidomulyo; kawasan Simpang Polda, Kelurahan Cempaka Permai; serta jembatan di Sungai Rupat, Kelurahan Pagar Dewa.

Di setiap lokasi, Dedy bersama para ketua RT setempat menekan sakelar. Dalam sekejap, cahaya lampu menerangi jembatan yang sebelumnya gelap.

“Ini ada tiga titik jembatan yang malam ini kita resmikan. Selama ini kelam tanpa penerangan, sekarang sudah terang, dipercantik dengan lampu hias dan dicat ulang,” ujar Dedy.

Bukan Sekadar Lampu

Bagi Dedy, penerangan jembatan bukan hanya persoalan menambah cahaya di malam hari. Ada wajah kota yang ingin ditata dan ada rasa aman masyarakat yang hendak diperkuat.

Lampu hias yang dipasang sekaligus pengecatan ulang jembatan membuat kawasan tersebut terlihat lebih tertata. Kehadiran penerangan juga diharapkan membantu masyarakat yang beraktivitas dan melintas pada malam hari.

Namun, setelah pemerintah membangun dan mempercantik fasilitas tersebut, Dedy mengingatkan bahwa keberlanjutannya juga bergantung pada kepedulian masyarakat.

“Saya mohon untuk sama-sama dijaga. Ini membuat kota kita lebih bagus dan terang benderang,” katanya.

Pesan itu menjadi bagian penting dari peresmian. Sebab, fasilitas publik tidak hanya dibangun untuk digunakan, tetapi juga membutuhkan perhatian bersama agar tetap terawat dan dapat dinikmati dalam jangka panjang.

Dari Kekhawatiran Menjadi Rasa Aman

Di Kelurahan Pagar Dewa, perubahan tersebut dirasakan langsung oleh warga sekitar.

Ketua RT 12 Kelurahan Pagar Dewa, Ari Tanda Sitorus, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan sebelum dipasangi penerangan cukup gelap. Situasi tersebut, menurutnya, sempat menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bengkulu dan jajaran. Situasi di jembatan ini tadinya gelap dan sering terjadi kecelakaan. Sekarang sudah terang benderang,” ujar Ari.

Bagi warga, cahaya yang kini memenuhi jembatan bukan hanya mengubah pemandangan malam. Penerangan tersebut juga memberi rasa lebih nyaman ketika warga harus melewati kawasan itu.

Ari berharap perhatian serupa dapat terus diperluas ke wilayah lainnya.

Ia ingin program penerangan dan penataan fasilitas publik terus berlanjut sehingga Kota Bengkulu semakin maju, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Menata Kota dari Hal-Hal Sederhana

Peresmian tiga titik penerangan jembatan menunjukkan bahwa pembangunan kota juga dapat dimulai dari hal-hal yang terlihat sederhana.

Sebuah lampu mungkin tampak kecil. Namun, ketika dipasang di tempat yang sebelumnya gelap, manfaatnya dapat dirasakan banyak orang.

Bagi Dedy Wahyudi, penerangan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kota yang tidak hanya lebih terang, tetapi juga lebih tertata dan nyaman bagi warganya.

Malam itu, ketika sakelar ditekan dan cahaya mulai menyala, tiga jembatan tersebut seolah mendapatkan wajah baru.

Dari gelap menjadi terang. Dari kekhawatiran menuju rasa nyaman. Dan dari sebuah fasilitas yang sebelumnya kurang mendapat penerangan, kini menjadi bagian dari wajah Kota Bengkulu yang ingin terus dibenahi.

Dalam kegiatan tersebut, Dedy Wahyudi didampingi Staf Ahli Eddy Aprianto, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bengkulu Toni Hastri Putra, camat, lurah, serta para ketua RT setempat.(M4/ADV)