Rejang Lebong, JurnalisBengkulu.com – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tengah merampungkan persiapan perhelatan besar bertajuk Gebyar Semarak Merah Putih. Berlangsung selama sepuluh hari, pada 1 hingga 10 November 2026 mendatang, ajang ini ditargetkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Fokus tersebut ditegaskan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., saat memimpin rapat koordinasi bersama pihak penyelenggara (EO) Iempro di Ruang Sekretaris Daerah (Sekda), Selasa (28/9/2026). Pembahasan untuk mematangkan detail acara ini turut dihadiri oleh Asisten I Bobby Harpa Santana serta Kepala Dinas Pariwisata Riki Irawan.
Di hadapan perwakilan EO Iempro, Imam Tauhid, yang memaparkan konsep acara, Hendri menekankan bahwa festival berskala besar ini tidak boleh berhenti pada kemeriahan perayaan semata. Ia menginginkan efek domino yang positif bagi kesejahteraan masyarakat, terutama dengan memberi panggung luas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
“Kegiatan yang akan berlangsung selama 10 hari, yakni 1 sampai 10 November 2026, ini bukan untuk gaya-gayaan. Namun, bagaimana kegiatan ini memberikan dampak, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan menggerakkan ekonomi masyarakat karena akan melibatkan UMKM,” urai Hendri.
Guna merealisasikan target tersebut, sinergi lintas instansi terus diperkuat. Hendri mengungkapkan bahwa koordinasi intensif telah bergulir beberapa kali, baik di lingkup Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong maupun bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Kami telah beberapa kali rapat, baik di lingkup Kabupaten Rejang Lebong maupun bersama dengan Provinsi Bengkulu. Namun, pada prinsipnya, kita harus maksimal dalam kegiatan Gebyar Semarak Merah Putih di Rejang Lebong,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hendri menuntut profesionalitas penuh dari pihak EO agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan aman, tertib, dan membawa manfaat nyata. Menurutnya, rentang waktu sepuluh hari adalah momentum berharga yang harus dioptimalkan untuk menghidupkan iklim usaha lokal.
“Sayang kalau tidak dimanfaatkan secara maksimal. Kegiatan 10 hari nantinya harus meriah dan berdampak ke masyarakat,” tegasnya.
Sebagai daya tarik utama sekaligus penanda dimulainya rangkaian acara, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong telah menjadwalkan kehadiran pendakwah kondang untuk menyapa masyarakat.
“Insya Allah nanti Ustaz Abdul Somad (UAS) akan mengawali rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih dan memimpin doa untuk kelancaran pelaksanaannya,” pungkas Hendri.
Reporter : Hendri Gunawan








