Curup, JurnalisBengkulu.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pengembangan berbagai kegiatan produktif. Salah satunya dilakukan melalui pengolahan kopi robusta khas Rejang Lebong yang dikembangkan menjadi produk unggulan dengan merek dagang Kopi PASKO.
Kegiatan pengolahan kopi menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh keterampilan kerja sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Dalam prosesnya, warga binaan terlibat dalam pengolahan biji kopi hingga menjadi kopi bubuk yang siap dipasarkan.
Kopi PASKO memanfaatkan kopi robusta khas Rejang Lebong yang merupakan salah satu komoditas unggulan daerah. Sebelumnya, kegiatan penggilingan kopi juga telah menjadi salah satu kegiatan produktif di Lapas Curup, dengan warga binaan mendapatkan keterampilan dalam proses pengolahan hingga penyajian kopi.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung Cahyo Sidharto, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Pembinaan kemandirian kita arahkan agar warga binaan tidak hanya mengikuti kegiatan selama berada di Lapas, tetapi juga mendapatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat. Kami terus mendorong agar hasil pembinaan dapat dikembangkan dan memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Pengembangan Kopi PASKO menjadi salah satu upaya Lapas Curup dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus mengangkat potensi lokal. Ke depan, Lapas Curup terus mendorong peningkatan kualitas produk, pengemasan, serta pemasaran agar hasil karya warga binaan semakin kompetitif dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Reporter : Hendri Gunawan








