Di Duga Vor Beton di C5 Sungai Lilin Tidak Sesuai Spek

MUBA, Jurnalisbengkulu.com – Kegiatan Pembangunan yang berjudul lanjutan peningkatan dalam desa panca tunggal (C5) dengan beton kecamatan sungai lilin kabupaten Musi Banyuasin yang di kerjakan oleh pemerintah kabupaten Musi Banyuasin melalui dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) yang di anggarkan melalui Anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Tahun 2021 yang di Kerjakan Melalui CV.Bangkulah Jaya dengan nilai Anggaran Rp.1.037.851.000. – dengan waktu pelaksanaan 150 Hari kalender.

Pasalnya,kegiatan tersebut dalam pantauan awak media di lapangan pada Sabtu (08/05/21) Di duga kegiatan tersebut dikerjakan asal jadi seperti di Duga tidak sesuai Spek seperti pengurangan Volume ketebalan Coran dan pelebaran Coran.

Di tempat yang sama saat di Wawancarai awak media Salah satu warga setempat yang nama nya tidak bisa di sebutkan bahwasanya kami berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Musi Banyuasin melalui dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) telah membangunkan jalan Cor beton di dalam desa kami,akan tetapi kami meminta kepada pengawas kegiatan tersebut terkhusus kepada dinas terkait untuk memperketat pengawasan nya pada saat kegiatan berlangsung, sehingga pekerjaan sesuai apa yang di harapkan kami selaku masyarakat setempat dan ketahanan pembangunan bisa lebih lama lagi, Harapan nya.

“Dalam pantauan kami selaku warga setempat, Untuk kegiatan tersebut Memang di Kerjakan sudah beberapa hari di duga untuk Lebar Coran Tersebut 3 Meter 50 Cm sesuai dengan hitungan meteran di lokasi dan Ketebalan Coran tidak sampai 2 Cm, kami tidak tahu apakah memang sudah sesuai Spek kegiatan tersebut atau tidak”, cetusnya.

Lanjutnya,setau kami dalam pandangan kacamata kami untuk mencapai kwalitas K300 standar proyek cor beton biasa nya minimal 4 Meter dengan campuran yang sesuai dan untuk ketebalan Coran lebih dari 3 Cm, itu pun sebelum di lakukan pengecoran batu krokos pengerasan harus di lakukan pematangan lokasi lahan dengan cara pemadatan dengan kapasitas doser diatas 3 ton menggunakan mobilisasi alat berat, akan tetapi kami apalah daya pandangan kami selaku masyarakat, bisa saja spek kegiatan tersebut memang sudah sesuai apa yang sudah di kerjakan, Cetusnya. (Rusdian/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *