Maut di Tenangnya Aliran Musi: Bocah 8 Tahun Hanyut Tergulung Arus Lubuk Ubar
Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Suasana tenang di pinggiran Sungai Musi, Desa Lubuk Ubar, mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Senin sore. Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun, Bagas Muhammad, dilaporkan hilang nyawa setelah terseret arus deras saat sedang mandi bersama rekan-rekan sebayanya.
Tragedi ini bermula ketika keceriaan anak-anak yang bermain air pecah oleh teriakan histeris. Yudis, rekan korban, berlari pontang-panting meminta tolong saat melihat Bagas tak lagi muncul ke permukaan. Tubuh mungil pelajar sekolah dasar tersebut hilang ditelan arus sungai yang tampak tenang namun menghanyutkan.
Sutami (51), seorang petani yang berada tak jauh dari lokasi, menjadi saksi pertama yang mendengar jeritan minta tolong tersebut. Tanpa pikir panjang, ia langsung memobilisasi warga Desa Lubuk Ubar untuk melakukan penyisiran darurat di sepanjang aliran sungai.
Upaya pencarian berlangsung tegang selama kurang lebih 30 menit. Puluhan warga turun ke air, berjibaku dengan kedalaman dan arus sungai yang keruh.
“Sekitar pukul 15.30 WIB, saat saya sedang menyisir di dalam air, tiba-tiba kaki saya membentur sesuatu yang keras namun kenyal. Ternyata itu tubuh korban,” ujar Sutami dengan nada gemetar.
Jasad Bagas ditemukan tersangkut di dasar sungai, sekitar 500 meter dari titik awal ia dinyatakan hilang. Penemuan yang tak disengaja tersebut langsung memicu isak tangis warga yang ikut melakukan pencarian.
Setelah berhasil diangkat dari dasar sungai, warga segera mengevakuasi tubuh korban. Tanpa menunggu ambulans, korban langsung dilarikan ke rumah orang tuanya, Ahmad, di Desa Lubuk Ubar.
Hingga berita ini diturunkan, suasana duka mendalam masih menyelimuti kediaman keluarga korban. Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua di wilayah Curup Selatan untuk lebih waspada mengawasi buah hati mereka saat beraktivitas di sekitar aliran Sungai Musi yang kerap memakan korban
Reporter : Hendri Gunawan






