Lembak, JurnalisBengkulu.com – Warga Desa Suka Merindu dan Desa Lubuk Belimbing 1 menyayangkan minimnya debit air yang mengaliri areal persawahan di kawasan Desa Suka Merindu, tepatnya di Simpang BMS, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Kabupaten Rejang Lebong.
Feri, warga Desa Suka Merindu, bersama Baron, warga Desa Lubuk Belimbing 1, mengungkapkan bahwa kecilnya debit air mulai menjadi persoalan bagi petani yang membutuhkan pasokan air untuk mengairi sawah mereka.
Menurut keterangan warga, kondisi tersebut membuat petani harus saling menjaga pintu masuk air agar aliran yang terbatas dapat diarahkan ke sawah masing-masing.
Warga khawatir, apabila kondisi kekurangan air terus berlangsung tanpa adanya penanganan, persoalan pembagian air berpotensi menimbulkan perselisihan antarpengguna air.
“Airnya kecil. Warga sampai saling menjaga pintu masuk air untuk dimasukkan ke sawah yang masih membutuhkan air. Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, kami khawatir bisa memicu keributan karena semua petani membutuhkan air,” ujar Baron.
Ia mengatakan, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut kebutuhan air untuk persawahan, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan produksi padi masyarakat.
Petani khawatir kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman hingga berdampak terhadap hasil panen. Jika produksi padi menurun, menurut Baron, masyarakat pada akhirnya akan semakin bergantung pada pembelian beras di tengah harga kebutuhan pokok yang dapat membebani warga.
“Masyarakat bisa terancam harus membeli beras dengan harga mahal kalau sawah tidak mendapatkan air yang cukup dan hasil panen terganggu,” tambah Baron.
Feri dan Baron berharap pihak terkait dapat turun langsung melihat kondisi sumber serta saluran air yang mengairi kawasan persawahan di Simpang BMS, Desa Suka Merindu dan Desa Durian Mas.
Warga juga berharap dapat dicarikan solusi terhadap minimnya debit air dan pengaturan pembagian air bagi petani, sehingga kebutuhan pengairan sawah dapat terpenuhi secara adil sekaligus mencegah munculnya perselisihan di tengah masyarakat.
Di lain pihak, seorang tokoh wanita Kota Padang menyampaikan kondisi saat ini. Di musim kemarau saja, sawah-sawah masyarakat di dua kecamatan ini sudah mulai kekurangan air. Kekurangan air ini berdampak hingga ribuan hektare sawah warga masyarakat saat ini. Hal ini diduga kuat diakibatkan kurangnya ketersediaan pohon-pohon besar sebagai sumber penghasil air di daerah hulu.
Kekurangan pasokan air untuk persawahan di Desa Suka Merindu dan Durian Mas ini semoga menjadi perhatian bersama agar seluruh masyarakat di wilayah Lembak mulai menjaga sempadan sungai dan lahan kritis untuk kembali ditanami dengan jenis tanaman yang dapat menampung air dan sekaligus menjaga agar sempadan sungai tidak longsor.
Demikian Effendi, S.H., sebagai tokoh muda pemerhati wilayah Lembak, menyampaikan.
Reporter : Hendri Gunawan








