Kita sering mendengar kata-kata setengah hati. Apa setengah hati? Ungkapan setengah hati memiliki arti tidak ikhlas, tidak sepenuh hati, dan tidak menaruh perhatian penuh. Selain itu, setengah hati juga dapat berarti segan atau malu-malu.
Terkait dengan setengah hati acap kali kita temui semisal meminta bantuan pada seseorang untuk foto. Saat kita lihat hasilnya tidak satu pun yang layak untuk di pandang. Biasanya yang demikian itu karena kerja setengah hati atau sekedar melepas kewajiban.
Semua pekerjaan yang dikerjakan dengan setengah hati tidak pasti tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik apalagi sempurna. Lebih baik kita tolak secara halus dari pada melakukan namun tidak sepenuh atau setulus hati. Sebisa mungkin pekerjaan yang dibebankan kepada kita harus dijalankan sepenuh hati dan penuh totalitas. Agar hasil dari pekerjaan tersebut dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Serta membawa berkah buat semua. Firman Allah SWT dalam surah At-Taubah ayat 105 berbunyi:
وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Pagar Dewa, 12092023
Salam Ujh






