Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, Ayatul Mukhtadin, bersama Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Nurul Iwan Setiawan, turun langsung ke lokasi banjir pada Sabtu (3/1/2026).
Bengkulu Tengah, Jurnalisbengkulu.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga.
Banjir tercatat melanda Desa Taba Jambu, Desa Taba Terunjam, serta Desa Talang Empat, dengan ketinggian air bervariasi dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah memprioritaskan langkah antisipasi dan perlindungan warga. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, Ayatul Mukhtadin, bersama Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Nurul Iwan Setiawan, turun langsung ke lokasi banjir pada Sabtu (3/1/2026) untuk melihat kondisi terkini di lapangan.
Dalam kunjungannya, Ayatul Mukhtadin menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah bukan sekadar simbolis, melainkan untuk memastikan respons darurat berjalan cepat dan terkoordinasi. Ia meninjau langsung rumah-rumah warga yang terendam serta berdialog dengan masyarakat terkait kebutuhan mendesak yang diperlukan.
Pemerintah daerah telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial Kabupaten Bengkulu Tengah untuk segera menyiapkan posko darurat serta dapur umum di lokasi-lokasi yang dinilai rawan. Langkah ini dilakukan guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi selama masa banjir.

Selain itu, imbauan kewaspadaan juga disampaikan kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar bantaran sungai. Pemerintah meminta warga untuk tetap siaga terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat potensi curah hujan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Sebagai upaya lanjutan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan disiagakan selama 24 jam. Tenaga medis juga mulai diterjunkan untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir. Pemerintah daerah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi dan meminta para camat serta kepala desa aktif melaporkan kondisi terbaru agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. (RIS)






