Harga Bapokting Dipantau Ketat, Bupati Kepahiang Sidak Pasar Usai HLM TPID
Kepahiang, Jurnalisbengkulu.com – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Kepahiang memperketat pengawasan terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok penting (bapokting). Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin langsung Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata.
Rapat yang digelar bersama jajaran Forkopimda dan instansi terkait tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Ir. Abdul Hafizh, M.Si, Sekretaris Daerah Dr. Hartono, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana, serta Kepala Perum Bulog Rejang Lebong Musalim Yudha.
Dalam pertemuan itu, pengendalian harga beras SPHP dan Minyakita menjadi fokus utama pembahasan. Bupati menegaskan seluruh organisasi perangkat daerah terkait harus memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pemerintah daerah juga mendorong pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara lebih masif. Tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten, kegiatan tersebut diminta menjangkau hingga ke kecamatan guna memastikan masyarakat di wilayah pelosok memperoleh akses bapokting dengan harga terjangkau.
Dari sisi pasokan, Perum Bulog memastikan ketersediaan beras dan Minyakita dalam kondisi aman untuk wilayah Kepahiang dan sekitarnya. Bulog juga telah melakukan intervensi kepada distributor agar tidak terjadi lonjakan harga di tingkat konsumen.
Sementara itu, Bank Indonesia Provinsi Bengkulu mengapresiasi respons cepat Pemkab Kepahiang dalam mengantisipasi potensi inflasi jelang Lebaran. Koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Sebagai tindak lanjut HLM, Bupati bersama jajaran langsung turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan stok bapokting tersedia dan harga jual sesuai ketentuan.
Langkah terpadu antara pemerintah daerah, Bulog, dan Bank Indonesia ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri. (M25)






