Panen Raya Jagung Sadesahe di Desa Gedung Agung

Panen Raya Jagung Sadesahe di Desa Gedung Agung

 

Bengkulu Selatan, Jurnalisbengkulu.com – Pemerintah Desa Gedung Agung, Kecamatan Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan, bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan masyarakat menggelar panen raya jagung sebagai puncak pelaksanaan program Satu Desa Satu Hektare (Sadesahe).

Program ini merupakan upaya mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan tidur atau lahan yang belum produktif menjadi area pertanian palawija, khususnya jagung.

Panen raya dihadiri Kepala Desa Gedung Agung, Manadi, perangkat desa, Ketua dan anggota BPD, kader desa, serta masyarakat. Pengelolaan lahan program Sadesahe dilakukan oleh BUMDes Gedung Agung dengan dukungan berbagai pihak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas, Babinsa, petugas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pino, penyuluh pertanian lapangan (PPL), pendamping desa, kelompok tani, serta seluruh anggota BPD Desa Gedung Agung.

Kepala Desa Gedung Agung, Manadi, mengatakan program Sadesahe bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur guna meningkatkan produksi pangan lokal, terutama jagung.

Menurutnya, meskipun wilayah Desa Gedung Agung didominasi area perkebunan, masih terdapat sejumlah lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan berpotensi mendukung program ketahanan pangan yang digagas pemerintah.

“Lahan-lahan yang belum dimanfaatkan akan kita maksimalkan. Ada yang satu hamparan penuh, ada juga yang seperempat atau tiga perempat. Intinya semua bisa berkontribusi,” ujar Manadi didampingi Ketua BPD.

Selain mendorong keberhasilan program Sadesahe, Manadi juga mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan, sayuran, maupun palawija guna memenuhi kebutuhan keluarga.

Ia berharap program Sadesahe tidak hanya memperkuat ketahanan pangan desa, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan tidur yang selama ini belum dikelola secara produktif.

 

Reporter: Said Hendra