Pelepasan petugas sensus ekonomi oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, di Balai Kota Merah Putih Bengkulu, Senin (15/6/2026)
Kota Bengkulu, Jurnalisbengkulu.com – Pemerintah Kota Bengkulu mulai menggerakkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerjunkan 270 petugas lapangan untuk melakukan pendataan usaha nonpertanian di seluruh wilayah kota. Pelepasan petugas dilakukan oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, di Balai Kota Merah Putih Bengkulu, Senin (15/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam pengumpulan data ekonomi yang akan digunakan sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah selama satu dekade mendatang.
Dalam arahannya, Dedy Wahyudi menegaskan pentingnya Sensus Ekonomi sebagai instrumen strategis untuk memperoleh gambaran kondisi riil dunia usaha di Kota Bengkulu. Menurutnya, data yang akurat akan menjadi landasan pemerintah dalam merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran.
Pemerintah Kota Bengkulu, kata Dedy, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Ia menilai keberhasilan sensus sangat bergantung pada kerja sama antara petugas lapangan dan masyarakat sebagai responden.
Sensus Ekonomi sendiri merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Melalui pendataan ini, pemerintah dapat memetakan struktur, potensi, serta perkembangan sektor usaha nonpertanian dari tingkat daerah hingga nasional.
Dedy juga mengimbau masyarakat untuk menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi usaha yang dijalankan. Partisipasi aktif masyarakat dinilai penting untuk menghasilkan data yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan dimulainya pendataan lapangan, Pemerintah Kota Bengkulu berharap Sensus Ekonomi 2026 mampu menghadirkan data yang komprehensif guna mendukung perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan berkelanjutan. (Rls)











