Kerinci – Sungai Penuh, JurnalisBengkulu.com – Kesenjangan harga gas industri buatan Indonesia kini memicu kemarahan dan pertanyaan serius di kalangan masyarakat. Produk yang sama ternyata dijual jauh lebih murah di negara tetangga Malaysia dibandingkan di dalam negeri sendiri.
Berdasarkan informasi yang diterima dari Junilis, warga Indonesia yang berada di Malaysia, tabung gas industri ukuran isi bersih 12 kilogram (berat kosong 15 kg) di Malaysia dibeli dengan harga RM27 (Ringgit). Dengan kurs saat ini sekitar Rp4.000 per 1 Ringgit, maka RM27 setara dengan Rp108.000.
Sementara itu, di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, produk yang persis sama dijual dengan harga Rp260.000 per tabung. Selisihnya mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan harga di Malaysia.
Pernyataan Resmi – Hendri Wijaya, Ketua LSM GP2AM
“Ini sangat memprihatinkan. Sumber daya alamnya dari negeri kita, dikelola oleh anak bangsa, tetapi rakyat Indonesia justru membayar jauh lebih mahal dibandingkan orang asing. Di Malaysia harganya Rp108.000, di sini rakyat sendiri harus bayar Rp260.000. Ini ketidakadilan yang tidak boleh dibiarkan!”
“Kami mendesak Pemerintah Republik Indonesia dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk segera mengambil tindakan serius. Lakukan audit menyeluruh terkait kebijakan harga dan penyaluran gas ini. Jangan sampai kekayaan bangsa justru lebih murah dinikmati orang lain, sementara rakyat sendiri terbebani harga yang tidak masuk akal.”
“Kekayaan alam Indonesia adalah milik seluruh rakyat. Harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia terlebih dahulu, bukan sebaliknya.”
Fakta Yang Menyakitkan:
* Harga di Malaysia: RM27 = Rp108.000.
* Harga di Kerinci dan Sungai Penuh: Rp260.000.
* Selisih: Rp152.000 lebih mahal di dalam negeri.
Masyarakat berharap pemerintah pusat segera meninjau ulang kebijakan ini. Keadilan harga energi harus dirasakan oleh rakyat Indonesia terlebih dahulu, bukan warga negara lain.
Reporter : Hendri Gunawan








