Cuaca Ekstrem Uji Ketangguhan Penanganan Bencana, Pemprov Bengkulu Fokus Percepatan Respons dan Pemulihan

Pemprov Bengkulu Fokus Percepatan Respons dan Pemulihan

 

Bengkulu, Jurnalisbengkulu.com – Gelombang cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Bengkulu tidak hanya memicu bencana di sejumlah wilayah, tetapi juga menjadi ujian nyata bagi kesiapsiagaan dan kecepatan respons pemerintah daerah dalam menangani kondisi darurat.

Sejumlah daerah terdampak cukup parah, dengan Kabupaten Lebong menjadi wilayah paling terdampak, disusul Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Seluma, dan Kota Bengkulu. Banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta mengganggu aktivitas masyarakat.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan. Dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring bersama berbagai pihak, ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh perangkat daerah, khususnya dalam mendukung proses evakuasi warga terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta memastikan seluruh peralatan dalam kondisi siap pakai, terutama perahu karet yang menjadi sarana utama evakuasi di wilayah terdampak banjir. Selain itu, distribusi bantuan logistik juga menjadi prioritas utama agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan.

Pemerintah provinsi turut mendorong sinergi lintas sektor dalam penyaluran bantuan, mulai dari Dinas Sosial, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga partisipasi aparatur sipil negara melalui gerakan sosial seperti penyediaan makanan siap saji bagi korban terdampak.

Di sisi lain, langkah penanganan jangka panjang juga menjadi perhatian. Gubernur menilai perlunya normalisasi saluran air sebagai upaya mitigasi untuk mencegah banjir berulang. Ia juga mengajak masyarakat kembali menghidupkan semangat gotong royong melalui kegiatan kebersihan lingkungan secara rutin.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diminta segera memperbaiki infrastruktur yang rusak, termasuk jembatan di wilayah Seluma yang terdampak bencana. Dinas Pendidikan juga diminta melakukan pendataan terhadap sekolah dan siswa yang terdampak guna memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan di tengah situasi darurat.

Dengan intensitas cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta aktif melaporkan kondisi di lingkungan masing-masing guna mempercepat penanganan di lapangan. (M25)