Desa Tungkal II Promosikan Sagu Aren di Pameran HUT ke-25 Kecamatan Pino Raya

Desa Tungkal II Promosikan Sagu Aren di Pameran HUT ke-25 Kecamatan Pino Raya

 

Bengkulu Selatan, Jurnalisbengkulu.com – Pemerintah Desa Tungkal II turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kecamatan Pino Raya dengan mengikuti kegiatan pameran yang digelar di Lapangan Afandi Rustam, Selasa (28/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pemdes Tungkal II menampilkan produk olahan tradisional berupa sagu aren hasil karya masyarakat desa setempat. Produk yang dipamerkan merupakan bahan makanan setengah jadi yang dibuat dari batang aren melalui proses fermentasi tradisional.

Kepala Desa Tungkal II menjelaskan, keikutsertaan desa dalam pameran ini bertujuan memperkenalkan potensi lokal sekaligus melestarikan makanan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.

“Ini merupakan makanan tambahan yang baik untuk kesehatan dan menjadi tradisi orang dahulu dalam memanfaatkan batang aren yang difermentasi. Kami juga mengucapkan selamat HUT ke-25 Kecamatan Pino Raya,” ujarnya.

Ia menambahkan, produk sagu aren yang dipamerkan mendapat apresiasi dari panitia dengan meraih penghargaan Juara Harapan I. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk terus mengembangkan produk lokal agar lebih dikenal luas.

“Sagu aren yang kami pamerkan ini mendapat penghargaan Juara Harapan I dan ke depan akan kami kembangkan lagi di tengah masyarakat, karena banyak yang membutuhkan produk ini,” jelasnya.

Kegiatan pameran berlangsung selama tiga hari dan berjalan lancar serta meriah. Berbagai desa di Kecamatan Pino Raya turut ambil bagian dengan menampilkan produk unggulan masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Tungkal II berharap generasi muda dapat mengenal dan menjaga tradisi pengolahan batang aren menjadi sagu sebagai salah satu warisan budaya dan potensi pangan lokal masyarakat.

“Harapan kami, dengan adanya pameran dalam rangka HUT Kecamatan Pino Raya ini, generasi penerus bisa mengenal hasil fermentasi batang aren menjadi sagu dan ikut melestarikannya,” tutup Kepala Desa.

 

Reporter: Said Hendra