Rejang Lebong, JurnalisBengkulu.com – Aroma basah tanah pekuburan dan wangi dupa seakan beradu dengan udara dingin khas lereng Bukit Barisan di Kelurahan Air Duku, Kecamatan Selupu Rejang, Jumat siang (30/10/2026). Di bawah langit yang kelabu, derap langkah ratusan warga yang berkerumun mendadak terhenti saat sebuah mobil ambulans perlahan memasuki halaman rumah duka.
Suasana yang tadinya bergeming seketika pecah. Isak tangis tak lagi tertahan ketika peti jenazah Rizki Ade Putra (26) diturunkan. Sang ibu merosot lemas di pelukan kerabat, sementara tatapan kosong dan air mata yang berlinang di wajah sang ayah, Hermansyah, menyayat hati siapa pun yang menyaksikannya. Rizki, pemuda yang merantau demi memperbaiki nasib keluarga ke Negeri Sakura, Osaka, kini pulang tanpa nyawa.
Kepergian pemuda itu meninggalkan duka yang teramat mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong yang turut hadir berempati langsung di lokasi. Plt. Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., bersama Ketua DPRD Juliansyah Yayan, Sekda Iwan Sumantri, serta unsur Forkopimcam tampak berdiri di barisan depan, menyatu dalam duka bersama masyarakat.
Di tengah kesedihan yang menyelimuti ruang tamu rumah duka, untaian doa keselamatan dan kebaikan mengalir deras, dipanjatkan bersama-sama untuk almarhum. Plt. Bupati kemudian menyerahkan santunan secara simbolis kepada keluarga sebagai wujud kehadiran negara dan pemerintah daerah di saat-saat paling berat ini.
Dengan suara parau dan mata yang masih sembab, Hermansyah menyampaikan rasa terima kasihnya yang tak terhingga. Di hadapan para pelayat dan pejabat daerah, ia mengamini betapa panjang dan berartinya proses pemulangan sang buah hati.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan semua pihak yang telah membantu memulangkan anak kami hingga tiba di kampung halaman,” ucapnya singkat, sarat akan kelegaan bercampur kepedihan.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Rejang Lebong, Muhammad Andi Afriyanto, merinci perjuangan di balik layar hingga jenazah Rizki bisa menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Osaka ke Bengkulu. Menurutnya, pembiayaan yang tidak sedikit, mencapai total Rp195 juta, berhasil dihimpun dan direalisasikan berkat kerja sama lintas sektoral yang solid.
Dana tersebut dialokasikan secara transparan: Rp95 juta untuk pembiayaan pemakaman serta santunan rumah duka, dan Rp100 juta khusus untuk menanggung proses pemulangan jenazah dari Jepang.
“Keberhasilan pemulangan jenazah ini terwujud berkat kolaborasi erat berbagai pihak, mulai dari Gubernur Provinsi Bengkulu Helmi Hasan, Plt. Bupati Rejang Lebong Hendri Praja, BPJS Ketenagakerjaan, Baznas, hingga seluruh pihak terkait yang turut ambil bagian,” tutur Muhammad Andi saat ditemui di rumah duka, Jumat sore.
Tepat pukul 14.30 WIB, setelah rangkaian prosesi salat jenazah dan penghormatan terakhir selesai dilaksanakan, peti mati almarhum diangkat ke tempat peristirahatan terakhir. Diiringi lantunan kalimat tahlil yang menggema dari ratusan pelayat yang berjalan kaki di bawah rintik gerimis, jenazah Rizki Ade Putra diantarkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Kelurahan Air Duku.
Rizki memang telah pergi meninggalkan mimpi-mimpi di tanah rantau, namun kepulangannya hari ini merangkul erat solidaritas dan kehangatan sekampung halaman yang melepasnya dengan penuh cinta dan doa.
Reporter : Hendri Gunawan








