Kepala DLHK Provinsi Bengkulu Bagikan Tong Sampah Kepada Masyarakat

Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu Syafnizar mengatakan pihaknya akan berkolaborasi bersama DLH Kota Bengkulu untuk mengatasi masalah sampah.

“Persoalan sampah, pilah pilih sampah apalagi sampai memanfaatkan sampah itu kembali sehingga menjadi zero west itu PR kita bersama,” ujarnya, Selasa (10/1/2023).

Ia menyebut, permasalahan sampah yang terus terjadi saat ini tidak bisa mengandalkan pemerintah saja, namun butuh kesadaran bersama terutama dalam membentuk kebiasaan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya atau mengolah dan memilah sampah.

“Kami ingin kolaborasi masyarakat, jangan semua kami yang tangani sehingga high cost. Jadi memang kesadaran masyarakat ini memang persoalannya, terutama rumah tangga dari hulunya yang itu memang belum menerapkan membuang sampah pada tempatnya atau memilah dan memanfaatkan sampah,” papar Safnizar.

Pihaknya sendiri pada tahun 2022 lalu telah menggandeng kelurahan-kelurahan untuk melakukan pilah-pilih sampah untuk mengatasi persoalan dan mengurangi intensitas sampah. Namun ternyata efeknya belum sampai begitu meluas karena untuk daerah kota Bengkulu saja belum optimal.

“Sampah ini kuncinya kalau menurut saya adalah habit/kebiasaan manusianya yang harus dibentuk, dan ini yang sangat susah bagi kita untuk membentuk kesadaran yang timbul sampai mereka memang merasa perlu mengatasi persoalan sampah,” papar Safnizar.

Sementara itu, DLHK Provinsi Bengkulu sendiri dalam mempercepat mengatasi persoalan sampah pihaknya sangat mendukung pihak-pihak yang terlibat dalam mengatasi permasalahan sampah.

Juga, DLHK Provinsi Bengkulu direncanakan akan membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional yang digunakan untuk mengatasi dan menanggulangi permasalahan sampah di 3 wilayah di Provinsi Bengkulu yakni Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah dan Seluma.

Pembangunan TPA regional ini direncanakan akan dilakukan di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) dengan luas lahan minimal 20 hektare. Dimana sampah yang dibuang dan ditampung dari 3 wilayah di TPA ini nantinya akan diolah dan diubah menjadi metan agar bisa dimanfaatkan menjadi energi listrik.

“Pada tahun ini, Insya Allah kita akan melakukan visibility study untuk TPA regional, karena memang lokasi yang tadinya dia di awal di ditetapkan di satu tempat, kemudian ternyata pindah ke tempat lain, jadi harus diulang kembali visibility,” sampai Safnizar.

Dalam pembangunan TPA regional ini, Safnizar menyebut sudah ada MoU dengan tiga daerah, baik Kabupaten Benteng, Kota Bengkulu dan Kabupaten Seluma. Dan pembangunan akan dilakukan setelah didapatkan kajian dari pihak terkait.

“Kita sudah ada MOU dengan Kabupaten Benteng, Kota maupun dari Seluma. Ada beberapa tahapan lagi yang harus kita lakukan, tapi intinya apakah lahan yang disediakan oleh Pemkab Benteng ini setelah dinyatakan layak atau belum, itu yang harus jadi langkah selanjutnya. Setelah itu fasilitasnya kan akan dari Kementerian dari pusat yang diberikan fasilitasi,” tuturnya.

Selain Kabupaten Benteng yang menyediakan lahan untuk pembangunan TPA regional, untuk daerah lain kontribusinya akan dilakukan pembahasan lanjutan.

“Kontribusi Kabupaten lainnya, Kota Bengkulu maupun Pemprov seperti apa akan dibicarakan lebih detail karena ini kan baru sepakat membangun TPA regionalnya saja. Nanti akan dibicarakan detilnya karena Benteng itu memang dia sudah menyediakan lebih awal lahannya,” demikian Safnizar.(m4)

Artikel ini telah tayang di https://www.rri.go.id/daerah/133130/pemprov-pemkot-bengkulu-ajak-masyarakat-tangani-sampah-bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *