Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Di tengah ritme kehidupan yang kian cepat, masyarakat Kelurahan Cawang Baru, Kecamatan Selupu Rejang, memilih berhenti sejenak untuk sebuah ikhtiar kolektif yang sarat makna. Hari ini, seluruh unsur masyarakat dan pemerintahan kelurahan bersatu dalam kegiatan gotong royong membersihkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cawang Baru sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini menghadirkan wajah lengkap kebersamaan: lurah dan perangkat kelurahan, imam, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), seluruh ketua RT dan RW, hingga warga dari berbagai lapisan. Dengan alat sederhana dan semangat yang sama, mereka membersihkan makam, merapikan jalan pemakaman, menyingkirkan tumbuhan liar, serta membangun tempat keranda jenazah demi kelayakan fasilitas TPU.
Imam Kelurahan Cawang Baru, Adnan Efendi, menegaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi tradisi yang dijaga secara konsisten dari tahun ke tahun.
“Menjelang Ramadan, masyarakat biasanya datang berziarah. Karena itu, TPU harus bersih, tertata, dan nyaman. Ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari adab kita dalam menyambut bulan suci dan menghormati mereka yang telah lebih dahulu berpulang,” tuturnya.

Lurah Cawang Baru, Dedi Efrianto, S.Sos., memandang kegiatan tersebut sebagai cerminan kematangan sosial masyarakat. Menurutnya, gotong royong di TPU memiliki makna yang jauh melampaui kerja fisik.
“Apa yang dilakukan hari ini adalah wujud kesadaran kolektif. Membersihkan TPU berarti merawat ruang ingatan bersama, tempat nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial bertemu. Inilah kekuatan masyarakat Cawang Baru yang harus terus kita jaga,” ujar Dedi Efrianto dengan penuh keyakinan.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan seluruh elemen masyarakat menunjukkan bahwa nilai gotong royong masih hidup dan relevan di tengah tantangan zaman.
Ketua LPM Kelurahan Cawang Baru, Fauzi, menilai kegiatan ini sebagai indikator sehatnya hubungan sosial di lingkungan masyarakat.
“Gotong royong bukan hanya tentang hasil yang terlihat, tetapi tentang proses membangun kepercayaan dan kebersamaan. Ketika warga hadir tanpa diminta, itu menandakan adanya rasa memiliki yang kuat terhadap lingkungan dan sesama,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Ane Gozali, menyampaikan pandangan yang merefleksikan kesadaran warga akar rumput. Ia menilai kegiatan ini memiliki nilai pendidikan sosial yang tinggi.
“Bagi kami, gotong royong seperti ini adalah pengingat bahwa kehidupan tidak berdiri sendiri. Membersihkan makam mengajarkan kerendahan hati, kebersamaan, dan kepedulian. Ini pelajaran sosial yang tidak didapat dari kata-kata, tetapi dari tindakan,” ujarnya.
Usai kegiatan, TPU Cawang Baru tampak lebih bersih, rapi, dan tertata. Namun yang paling penting, gotong royong ini meninggalkan jejak yang lebih dalam: penguatan solidaritas sosial dan kesiapan batin masyarakat Cawang Baru dalam menyambut Ramadan, dengan lingkungan yang terawat dan nilai kebersamaan yang terus hidup
Reporter : Hendri Gunawan







