Percepat Penurunan Gizi Buruk, Pemdes Lubuk Saung Gelar Rembuk Stunting Secara Swadaya
Kepahiang, Jurnalisbengkulu.com – Pemerintah Desa Lubuk Saung, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, menggelar musyawarah Rembuk Stunting tingkat desa pada Senin (27/07/2026).
Bertempat di Aula Kantor Desa, kegiatan ini fokus merumuskan langkah strategis penguatan gizi secara mandiri guna mewujudkan lingkungan desa yang bebas dari kasus stunting.
Agenda penting ini digerakkan langsung oleh jajaran pemerintahan desa bersama lembaga kemasyarakatan setempat. Turut hadir Kepala Desa beserta perangkat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Desa, Bidan Desa, serta garda terdepan kesehatan seperti kader Posyandu dan kader KPM.
Kepala Desa Lubuk Saung, Reki Pernando, menegaskan penanganan gizi buruk menjadi prioritas utama yang harus dikawal bersama seluruh elemen masyarakat, meskipun alokasi anggaran Dana Desa yang tersedia saat ini terbatas.
“Rembuk stunting ini menjadi wadah swadaya kita untuk memetakan masalah nyata di setiap dusun. Lewat forum ini, kami berkomitmen mengoptimalkan anggaran Dana Desa 2026 guna mendukung operasional Posyandu, penyediaan Makanan Tambahan (PMT) berkala, hingga pemenuhan suplemen bagi ibu hamil, agar target nol kasus stunting di Lubuk Saung dapat tercapai,” ujar Reki Pernando.
Kehadiran para kader kesehatan, bidan desa, serta perwakilan kelompok perempuan membuat diskusi berjalan dinamis dalam memetakan kebutuhan gizi balita di tingkat dusun. Warga pun menyambut baik langkah ini yang dinilai membuka transparansi dalam penyusunan prioritas anggaran kesehatan.
“Kami sangat bersyukur dilibatkan langsung merancang anggaran untuk kesehatan anak-anak. Harapan kami, Posyandu semakin aktif, sarana memadai, dan pendampingan pola asuh berjalan rutin agar tak ada lagi anak yang kekurangan gizi,” ungkap salah satu perwakilan tokoh perempuan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara komitmen bersama oleh Pemerintah Desa, BPD, dan perwakilan kader kesehatan sebagai landasan sah pengalokasian anggaran desa ke depan.
Reporter: Anca











