LEBONG, jurnalisbengkulu.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebong Daerah Pemilihan (Dapil) I kembali melaksanakan reses guna menyerap aspirasi masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, persoalan infrastruktur yang terdampak bencana banjir menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan masyarakat, Senin (13/4/26).
Wakil Ketua I DPRD Lebong, Achmad Lutfi, mengatakan seluruh aspirasi yang dihimpun melalui reses akan diselaraskan dengan arah pembangunan daerah dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan tahun 2027.
“Semua hasil reses ini akan disinkronkan dengan rencana pembangunan daerah, lalu menjadi bahan pertimbangan dalam program pembangunan tahun 2027,” ujar Achmad Lutfi.
Kegiatan penjaringan aspirasi yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Tubei tersebut turut membahas kebutuhan percepatan pembangunan sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat banjir.
Salah satu yang menjadi perhatian masyarakat yakni kondisi jaringan irigasi di Kecamatan Uram Jaya. Perbaikan irigasi dinilai penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas pertanian dan keberlanjutan produksi masyarakat.
“Kalau irigasi tidak cepat ditangani, petani bisa tidak turun tanam,” kata Sarson.
Selain infrastruktur pertanian, masyarakat juga menyampaikan persoalan ketersediaan air bersih. Kerusakan pada intake PDAM Tirta Tebo Emas akibat banjir dikhawatirkan dapat mengganggu distribusi air bersih apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Anggota DPRD Lebong, Erlan Fajar Jaya, memastikan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan ditindaklanjuti melalui pembahasan bersama pihak terkait.
Menurutnya, upaya penanganan tidak hanya perlu difokuskan pada perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga pada langkah pencegahan agar dampak banjir serupa dapat diminimalkan ke depan.
Salah satu langkah yang dinilai perlu dilakukan adalah normalisasi sungai di kawasan Ulau Dues, Desa Tunggang. Kawasan tersebut menjadi salah satu jalur pembuangan air ketika debit sungai mengalami peningkatan.
“Ini akan kami bahas bersama Dinas PUPR-Hub agar ke depan risiko banjir bisa diminimalisir,” ujar Erlan.
(ADV/NA)








