Jumat Keliling, Kapolres Lebong Tampung Aspirasi Warga soal Bullying hingga Kenakalan Remaja
Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Persoalan perundungan (bullying), kekerasan seksual terhadap anak, hingga kenakalan remaja menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Lebong. Berbagai persoalan tersebut disampaikan langsung kepada Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, S.H., S.I.K., saat melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid Agung Sultan Abdullah, Kabupaten Lebong, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, saran, serta harapan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam dialog tersebut, masyarakat mempertanyakan langkah konkret kepolisian dalam memberikan perlindungan terhadap anak, khususnya dalam menghadapi ancaman kekerasan seksual dan perundungan yang terjadi di lingkungan masyarakat maupun sekolah.
Warga berharap kepolisian tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelaku, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan agar anak-anak terhindar dari berbagai bentuk kekerasan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menangani kasus kekerasan seksual dan perundungan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, kami ingin menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi dan persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat. Setiap masukan yang disampaikan akan menjadi perhatian kami untuk ditindaklanjuti sesuai dengan tugas dan kewenangan kepolisian,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat dalam melindungi anak-anak dari ancaman kekerasan maupun perundungan.
“Kami mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas dan pergaulan anak-anak, baik di rumah maupun di luar rumah. Pencegahan perundungan dan kekerasan terhadap anak membutuhkan kepedulian bersama agar anak-anak kita dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan nyaman,” tambahnya.
Selain persoalan perlindungan anak, warga juga menyampaikan keresahan terkait sejumlah remaja yang diduga mengonsumsi minuman keras jenis tuak dan menyalahgunakan lem aibon pada malam hari.
Masyarakat berharap patroli kepolisian dapat lebih ditingkatkan, terutama pada malam hari dan di lokasi-lokasi yang dianggap rawan, guna mencegah aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa Polres Lebong telah melaksanakan patroli, baik di tingkat polres maupun polsek. Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Apabila masyarakat menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, silakan segera melapor kepada pihak kepolisian atau melalui layanan Call Center Polri 110. Kami berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat terus terjalin sehingga berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat segera ditangani,” ungkapnya.
Persoalan kedisiplinan pelajar turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Warga menyampaikan bahwa masih terdapat siswa yang bolos sekolah pada jam belajar, meskipun pihak sekolah telah memberikan laporan kepada orang tua masing-masing.
Menanggapi masukan itu, Polres Lebong berencana meningkatkan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mengingatkan para siswa agar mematuhi peraturan sekolah. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga akan dilakukan guna mendukung penanganan persoalan kedisiplinan pelajar.
Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polres Lebong berharap komunikasi dan kerja sama dengan masyarakat semakin kuat. Berbagai aspirasi yang disampaikan diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan pelayanan kepolisian sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di Kabupaten Lebong.
Kegiatan yang dihadiri personel Polres Lebong dan masyarakat setempat tersebut berlangsung aman dan lancar. (NA)








