Alarm Darurat dari Kaki Gunung Kerinci: GP2AM Tantang Kapolda Jambi Usut Tuntas Pembalakan Liar dan PETI yang Ancam TNKS

Kerinci, JurnalisBengkulu.com – Kepulan asap kelabu dan suara bising mesin pemotong kayu di lereng-lereng curam mungkin tak lagi asing bagi sebagian orang, namun bagi para penjaga kelestarian alam, apa yang terjadi di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) kini sudah berada di ambang darurat ekologis. Perusakan paru-paru dunia di jantung Sumatera ini memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat.

 

Ketua Gerakan Pemuda Peduli Alam dan Masyarakat (GP2AM) Kerinci, Hendri Wijaya, secara terbuka melayangkan tantangan tegas kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi untuk turun tangan dan mengusut tuntas lingkaran hitam perusakan hutan di kawasan konservasi tersebut. Pasalnya, kejahatan lingkungan ini dinilai sudah terlampau jauh mengoyak ekosistem alam.

 

“Kerusakan ini sudah bukan lagi rahasia umum. Penebangan hutan liar dan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan TNKS terus berlangsung secara masif dan semakin meluas. Yang lebih mencengangkan, perambahan liar ini bahkan sudah merangsek masuk hingga ke kawasan badan Gunung Kerinci,” ujar Hendri dengan nada geram, Jumat (30/10/2026).

 

Menurut catatan GP2AM, praktik haram yang telah berlangsung bertahun-tahun ini tidak hanya merobohkan tegakan kayu berharga, melainkan juga meninggalkan warisan kerusakan yang memprihatinkan: aliran sungai-sungai keruh yang diduga tercemar bahan kimia berbahaya, mengancam kesehatan masyarakat sekitar, serta merugikan negara secara masif.

 

Di tengah situasi yang kian mengkhawatirkan itu, pertanyaan besar bergemuruh di kalangan publik Kerinci. Lemahnya pengawasan dari instansi berwenang membuat masyarakat bertanya-tanya, mengapa pengelola kawasan seolah tidak berdaya membendung laju perusakan yang terjadi di depan mata? Siapa pihak-pihak di balik layar yang membiarkan kejahatan ini berakar begitu kuat selama bertahun-tahun?

 

Menjawab kebuntuan dan kekhawatiran publik, GP2AM Kerinci melayangkan empat tuntutan tegas yang mendesak untuk segera dieksekusi aparat penegak hukum:

 

1. Usut Tuntas Sekarang! Kapolda Jambi didesak segera membuka penyelidikan menyeluruh, tidak hanya menyasar pelaku lapangan, tetapi menyeret para pemodal besar dan oknum pelindung di balik praktik pembalakan liar dan tambang emas ilegal di TNKS.

2. Periksa Pihak yang Bertanggung Jawab. Meminta pertanggungjawaban serta memeriksa pihak-pihak yang diduga lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan kawasan konservasi negara.

3. Hentikan Segera! Menuntut operasi penertiban tanpa kompromi dan tanpa pandang bulu untuk menyapu bersih seluruh aktivitas ilegal di dalam kawasan TNKS.

4. Pulihkan Lingkungan. Mewajibkan adanya langkah konkret rehabilitasi dan pemulihan ekosistem hutan serta DAS (Daerah Aliran Sungai) yang telanjur sekarat akibat pencemaran.

 

Bagi GP2AM, pembiaran terhadap kejahatan lingkungan ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap masa depan generasi mendatang. Alam Kerinci bukan milik segelintir pemburu profit, melainkan warisan luhur seluruh bangsa Indonesia yang wajib dijaga bersama.

 

“TNKS bukan milik segelintir orang—ini milik seluruh bangsa! Kami tidak akan diam! Hentikan perusakan alam Kerinci sekarang juga,” tegas Hendri menutup pernyataannya.

 

Kini, bola panas berada di tangan penegak hukum. Publik menunggu langkah nyata Kapolda Jambi untuk membuktikan tajinya di bumi Kerinci, menyelamatkan sisa-sisa keindahan alam yang mulai menangis di lereng gunung tertinggi di Sumatera tersebut.

 

Reporter : Hendri Gunawan