Buron dari Rehabilitasi, Kabur Bawa Scoopy: Polsek Selupu Rejang Ringkus Pelaku Curanmor Kurang dari 24 Jam

Buron dari Rehabilitasi, Kabur Bawa Scoopy: Polsek Selupu Rejang Ringkus Pelaku Curanmor Kurang dari 24 Jam

 

Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Gerak cepat jajaran Polsek Selupu Rejang, Polres Rejang Lebong, kembali membuahkan hasil. Tak butuh waktu lama, tim penyidik berhasil membekuk terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di halaman minimarket, kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Usut punya usut, pelaku yang diamankan berinisial AFIF rupanya merupakan peserta rehabilitasi di Yayasan LPKS ABH Anak Bangsa, Desa Rimbo Recap, yang sebelumnya dilaporkan kabur dari tempat penampungan.

Aksi nekat tersebut berlangsung pada Rabu (12/8/2026), sekira pukul 11.30 WIB. Korban, seorang karyawan minimarket bernama DION, terkejut saat menyadari sepeda motor Honda Scoopy milik rekannya yang terparkir di depan Toko Alfamart Desa Sumber Bening, Kecamatan Selupu Rejang, mendadak raib.

Sadar menjadi korban kejahatan, korban lantas melaporkan insiden tersebut ke Polsek Selupu Rejang.

Menerima laporan korban, anggota langsung bergerak ke TKP untuk mengumpulkan bukti-bukti. Rekaman CCTV di sekitar lokasi menjadi penunjuk penting yang memperjelas identitas terduga pelaku.

Dari hasil rekaman kamera pengawas, petugas bergerak cepat mengidentifikasi keberadaan pelaku. Tanpa perlawanan berarti, AFIF berhasil diamankan bersama barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi BD 6097 FC.

Berdasarkan interogasi awal, pelaku mengakui baru saja melarikan diri dari panti rehabilitasi LPKS ABH Anak Bangsa sebelum akhirnya nekat melancarkan aksi pencurian tersebut.

Mengingat status dan kondisi terduga pelaku, saat ini AFIF dititipkan kembali di rumah rehab Yayasan LPKS ABH Anak Bangsa dengan pengawasan ketat. Sementara itu, barang bukti berupa kendaraan roda dua telah diamankan di Mapolsek Selupu Rejang.

Hingga berita ini diturunkan, jajaran Polsek Selupu Rejang masih terus mendalami pemeriksaan medis maupun psikologis guna memastikan kondisi mental terduga pelaku saat melancarkan aksinya.

 

Reporter : Hendri Gunawan