Dua Sisi Pengabdian: Jejak Srikandi Berbaju Cokelat di Tanah Rejang

Dua Sisi Pengabdian: Jejak Srikandi Berbaju Cokelat di Tanah Rejang

 

Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Di bawah langit Rejang Lebong yang belum sepenuhnya benderang, riuh dapur biasanya menjadi panggung pertama bagi para perempuan. Namun, bagi deretan Polwan di Polres Rejang Lebong, 21 April bukan sekadar seremoni kebaya atau sanggul yang rapi. Hari Kartini adalah pembuktian tentang “napas panjang” pengabdian yang melintasi sekat domestik dan korps Bhayangkara.

Ada narasi yang sering terabaikan di balik seragam gagah itu. Mereka adalah ibu yang mengecup kening anaknya sebelum fajar, istri yang memastikan urusan rumah tangga tertata, namun seketika bertransformasi menjadi garda terdepan pelayan masyarakat saat lonceng tugas berbunyi.

Dedikasi para Kartini Polres Rejang Lebong ini seolah mendobrak stigma lama. Menjadi Polwan bukan berarti melepaskan kodrat; justru di sanalah letak seninya. Mereka berdiri tegak sebagai pelindung dan pengayom, membawa empati seorang ibu ke dalam ketegasan hukum.

“Kami tidak hanya berpacu dengan waktu di meja kerja atau di lapangan, tapi juga berpacu dengan tanggung jawab di meja makan keluarga. Semangat R.A. Kartini bukan tentang siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling mampu bertahan dalam keikhlasan,” ujar salah satu personel Polwan dengan sorot mata teguh.

Di tengah padatnya jadwal operasional Polri, para Srikandi ini tetap menunjukkan konsistensi yang luar biasa. Berikut adalah potret perjuangan mereka yang terekam dalam keseharian:

  • Multitasking Paripurna: Menyeimbangkan peran sebagai pendamping suami dan pendidik anak tanpa mengurangi profesionalisme di kesatuan.
  • Dedikasi Tanpa Batas: Tetap humanis dalam memberikan pelayanan publik, meski lelah setelah mengurus urusan rumah tangga.
  • Spirit Bhayangkara: Menanamkan jiwa perjuangan Kartini dalam setiap tindakan preventif dan preemtif di wilayah hukum Rejang Lebong.

Humas Polres Rejang Lebong menegaskan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini telah mendarah daging dalam setiap derap langkah Polwan mereka. Ini bukan lagi soal emansipasi yang diteriakkan di podium, melainkan emansipasi yang dipraktikkan dalam pelayanan tulus kepada masyarakat.

Harapannya, api perjuangan Kartini tidak pernah padam. Di pundak para Polwan ini, keamanan Rejang Lebong dijaga dengan ketegasan seorang prajurit, namun dirawat dengan kelembutan kasih seorang Ibu.

Selamat Hari Kartini untuk para srikandi penjaga ketertiban. Teruslah bersinar, meski di tengah debu jalanan dan pengapnya ruang tugas.

 

Sumber : Humas Polres Rejang LebongĀ 

Reporter : Hendri Gunawan