Optimalisasi dan Penguatan Kapasitas Media Sosial Masyarakat yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Bengkulu
Bengkulu, Jurnalisbengkulu.com – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat komunikasi publik di era digital dengan meningkatkan kapasitas para pengelola media sosial di lingkungan pemerintah daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Optimalisasi dan Penguatan Kapasitas Media Sosial Masyarakat yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Bengkulu di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (4/6).
Kegiatan ini diikuti oleh pengelola media sosial dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan tujuan meningkatkan kemampuan aparatur dalam menyampaikan informasi pembangunan secara cepat, tepat, dan mudah dipahami masyarakat.
Kepala Diskominfotik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesha, mengatakan media sosial telah menjadi salah satu kanal komunikasi publik yang paling efektif. Oleh karena itu, aparatur pemerintah dituntut mampu menghasilkan konten yang informatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, media sosial pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai sarana publikasi, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang mampu memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pengelolaan yang baik, berbagai program dan capaian pembangunan dapat tersampaikan secara lebih luas dan transparan.
Dalam pelaksanaannya, program penguatan kapasitas tersebut dibagi ke dalam tiga tahapan. Tahap pertama berfokus pada pelatihan produksi konten media sosial, dilanjutkan peningkatan kemampuan pengelolaan website serta penulisan rilis berita, dan ditutup dengan penguatan aspek manajemen serta administrasi media sosial di tingkat OPD.
Kegiatan dibuka oleh Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Bidang Perekonomian dan Pembangunan, RA Denni, yang hadir mewakili Gubernur Bengkulu. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran media sosial sebagai sumber informasi utama masyarakat terkait kebijakan dan program pemerintah.
RA Denni menilai masih terdapat sejumlah program pembangunan yang belum diketahui masyarakat secara luas akibat kurang optimalnya publikasi. Karena itu, peningkatan kemampuan pengelola media sosial menjadi langkah strategis untuk memastikan informasi pembangunan dapat tersampaikan secara efektif.
Selain sesi pelatihan, peserta juga mendapatkan pembekalan dari Ferry Sandria, Staf Anggota DPD RI/MPR RI Destita Khairilisani. Materi yang disampaikan mencakup strategi pengelolaan media sosial, penguatan konten digital, hingga teknik komunikasi publik yang efektif dalam menghadapi dinamika era digital.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap kualitas komunikasi publik semakin meningkat sehingga informasi pembangunan dapat diterima masyarakat secara cepat, akurat, dan berkelanjutan. (Rls)











