Gema Takbir Berganti Isak Tangis: Si Jago Merah Hanguskan Enam Rumah di Gang Berdiri Kari

Gema Takbir Berganti Isak Tangis: Si Jago Merah Hanguskan Enam Rumah di Gang Berdiri Kari

Rejang Lebong, Jurnalis Bengkulu.com – Malam Sabtu yang semula diwarnai kesunyian di Kelurahan Talang Benih, mendadak berubah menjadi mencekam. Isak tangis meledak di tengah kepulan asap hitam yang membubung saat api mengamuk hebat di kawasan padat penduduk, tepatnya di Gang Berdiri Kari, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Jumat malam (1/5).

Peristiwa penuh duka ini bermula sekitar pukul 19.30 WIB. Ibu Yuyun (55), Ketua RT setempat, tengah menikmati santap malam di ruang tengah rumahnya saat kesunyian malam itu tiba-tiba pecah oleh teriakan histeris dari warga sekitar.

“Api! Api! Kebakaran!” teriak yang menggema, merobek keheningan malam. Ketika Ibu Yuyun bergegas keluar rumah, pemandangan memilukan tersaji di hadapannya. Kobaran api sudah menjulang tinggi, menjilat atap rumah kayu milik almarhum IR yang telah lama kosong dan tak berpenghuni.

Kehilangan di Balik Puing-Puing

Diduga berasal dari korsleting listrik, api dengan cepat merambat, seolah tidak memberi celah bagi para penghuni untuk menyelamatkan harta bendanya yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun. Rumah kosong milik almarhum IR menjadi titik awal yang kemudian merembet ke kediaman warga lainnya, antara lain:

Doris (30), seorang petani muda yang harus menyaksikan rumahnya hangus terbakar.

Ujang Badar (65), yang di usianya yang senja kini kehilangan tempat berlindung.

Tondi (50), Atik Denan (50), dan Robinson (50), tiga wiraswasta yang kini hanya bisa menatap reruntuhan usaha dan kenangan mereka yang terbakar habis tanpa sisa.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan mencapai angka yang sungguh mencengangkan, yaitu sekitar Rp600.000.000 (enam ratus juta rupiah). Bagi para korban yang mayoritas bekerja sebagai petani dan wiraswasta, angka ini bukan sekadar nominal, melainkan cerminan seluruh jerih payah dan pengorbanan hidup mereka.

Perjuangan Melawan Api

Personel piket Polsek Selupu Rejang segera dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan situasi, bekerja sama dengan warga yang bahu-membahu berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk meredam si jago merah yang ganas.

Setelah perjuangan panjang selama hampir satu setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.53 WIB.

Kini, yang tersisa di Gang Berdiri Kari hanyalah bau hangus menyengat dan tatapan hampa para korban. Meskipun mereka selamat secara fisik, luka batin akibat kehilangan tempat bernaung ini akan memerlukan waktu yang tidak singkat untuk sembuh.

Sumber: Humas Polres Rejang Lebong

Reporter: Hendri Gunawan