Lebong, jurnalisbengkulu.com – Kesiapan personel menjadi salah satu kunci dalam menjaga pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 tetap aman dan kondusif. Untuk memastikan hal tersebut, Polres Lebong menggelar simulasi pengamanan di Balai Desa Lebong Tambang, Jumat (2/10/2026).
Sejak pagi, personel kepolisian disiapkan dengan pembagian tugas sesuai fungsi masing-masing. Simulasi ini menggambarkan bagaimana aparat menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat muncul selama tahapan Pilkades, mulai dari pengamanan tempat pemungutan suara hingga penanganan gangguan keamanan.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.10 WIB dan dihadiri Bupati Lebong Azhari, S.H., M.H., Kapolres Lebong AKBP Agoeng Rahmadhani, S.H., S.I.K., Wakapolres Lebong Kompol George Rudiyanto, S.M., M.AP., jajaran PJU Polres Lebong serta Kepala Dinas PMD Kabupaten Lebong Heru Dana Putra, S.T., M.Ak.
Pengamanan tidak hanya menjadi perhatian jajaran Polres Lebong. Tim asistensi dari Polda Bengkulu turut hadir untuk memberikan pendampingan dan memastikan pola pengamanan yang disiapkan dapat diterapkan secara terkoordinasi.
Tim tersebut dipimpin Karoops Polda Bengkulu Kombes Pol Pontjo S., S.I.K., M.H., bersama Dirsamapta Kombes Pol Musa Hengky P., S.I.K., S.H., M.H., Dansatbrimobda Kombes Pol Danu Windarto, S.I.K., Kabagbinops Samapta AKBP Hilal Najmi, S.H., M.H., Pa Roops AKP Ridwan Saleh Siregar, S.H., Ba Roops Brigpol Aries A., S.H., serta Ba Roops Driver Bripda Padel Masdayatra.
Dalam skenario pengamanan, personel dibagi ke dalam sejumlah tim. Mulai dari Pam Turlalin, pengamanan TPS, tim negosiator, Pleton Dalmas Awal, Pleton Dalmas Lanjut, Tim Bulshit, Pamtup, Gakkum hingga Tim Escape.
Pembagian tersebut menunjukkan bahwa pengamanan Pilkades tidak hanya berfokus pada lokasi pemungutan suara. Setiap personel memiliki peran yang telah disiapkan untuk menghadapi perkembangan situasi di lapangan.
Kapolres Lebong AKBP Agoeng Rahmadhani, S.H., S.I.K., mengatakan simulasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan selama pelaksanaan Pilkades Serentak 2026.
“Simulasi ini kita lakukan untuk mengukur sejauh mana kesiapan personel, termasuk pola pengamanan dan langkah yang harus diambil ketika terjadi peningkatan situasi di lapangan. Setiap personel harus memahami tugasnya sehingga pengamanan dapat berjalan secara terkoordinasi,” ujar Agoeng.
Ia menegaskan, pengamanan Pilkades tidak hanya dilakukan pada saat pemungutan suara, tetapi mencakup seluruh tahapan dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan tindakan sesuai prosedur.
“Kita mengedepankan langkah persuasif dan humanis, namun apabila terjadi gangguan keamanan yang membutuhkan tindakan lebih lanjut, personel sudah memiliki pola penanganan yang jelas. Harapannya, seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan aman, tertib dan kondusif,” katanya.
Tim negosiator disiapkan sebagai bagian dari pendekatan persuasif ketika muncul persoalan, sementara unsur Dalmas menjadi bagian dari tahapan pengendalian massa apabila situasi mengalami peningkatan eskalasi.
Di sisi lain, pengamanan TPS menjadi perhatian penting untuk memastikan proses pemungutan dan penghitungan suara dapat berjalan dengan tertib. Pengaturan lalu lintas juga disiapkan agar aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kegiatan tetap terkendali.
Simulasi ini sekaligus menjadi ruang untuk menyamakan pola tindak antara kepolisian dengan Dinas PMD, unsur kecamatan, pemerintah desa dan stakeholder terkait.
Tidak hanya menguji kesiapan personel, pengecekan sarana, prasarana, lokasi TPS dan sistem pengamanan juga menjadi bagian dari simulasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan sejak dini.
Kegiatan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa serta Rencana Pengamanan Polres Lebong Nomor R/Renpam-29/IX/OPS.1.3./2026 tanggal 28 Agustus 2026 tentang Rencana Pengamanan dalam Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2026.
Melalui simulasi ini, personel diharapkan semakin memahami mekanisme pengamanan dan mampu mengambil tindakan sesuai tugas serta fungsi masing-masing ketika menghadapi situasi di lapangan.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.12 WIB. Simulasi berlangsung aman dan kondusif.
Pilkades Serentak 2026 kini bukan hanya tentang kesiapan penyelenggara dan calon kepala desa. Di balik proses demokrasi di tingkat desa tersebut, kesiapan aparat keamanan juga menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tahapan dapat berlangsung dalam suasana aman, tertib dan kondusif.
Reporter: NA








