Kabut Asap Pekat Berbulan-Bulan Di Kerinci Dan Sungai Penuh, Wisata Sepi, Petani Terancam Tak Bisa Bekerja

Sungai Penuh, JurnalisBengkulu.com – Kabut asap pekat terus menyelimuti wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh sudah berbulan-bulan lamanya. Kualitas udara yang memburuk dirasakan dampaknya oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun, hingga saat ini belum terlihat solusi nyata dari pemerintah.

Kondisi kabut asap yang tebal ini tidak hanya mengganggu kesehatan dan aktivitas warga, tetapi juga berdampak langsung pada sektor pariwisata. Tempat-tempat wisata yang biasanya ramai pengunjung kini sepi, hampir tidak ada wisatawan yang datang ke daerah ini. Penghasilan pelaku usaha wisata, pedagang, dan pemandu wisata pun ikut terhenti.

Seorang warga sekaligus petani yang memohon namanya tidak dipublikasikan menyampaikan keprihatinannya.

“Sudah berapa minggu kabut asap sangat tebal di wilayah kami. Wisata pun sepi, hampir tidak ada pengunjung. Kami meminta agar Bapak Gubernur Jambi mau turun ke sini dan melihat langsung kondisi kami.

Bagaimana kami harus menghadapi kabut asap ini? Kalau kami tidak bekerja harian, bagaimana kami makan? Bagaimana nasib anak-anak kami? Kalau tidak ke ladang hari ini, berarti rumah kami tidak ada makanan hari ini juga.”

Kondisi ini membuat para petani, pekerja harian, dan pelaku usaha kecil berada dalam posisi sangat sulit. Di satu sisi, beraktivitas di luar berisiko bagi kesehatan akibat udara yang tidak sehat. Di sisi lain, tetap di rumah berarti tidak ada penghasilan untuk keluarga.

Masyarakat berharap pemerintah provinsi maupun daerah segera hadir dengan langkah konkret, yaitu menindaklanjuti sumber kebakaran hutan dan lahan, memberikan informasi yang jelas, serta memberikan perhatian dan bantuan nyata bagi warga yang mata pencahariannya terhenti akibat kabut asap.

Reporter : Hendri Gunawan