Kasus Asusila, Oknum Perangkat Desa di Kepahiang “Cuci Kampung”

KEPAHIANG, jurnalisbengkulu.com – Pemerintah Desa Kampung Bogor Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang melaksanakan kegiatan musyawarah adat terkait perbuatan asusila yang dilakukan oleh salah seorang oknum Perangkat Desa Kampung Bogor, Sabtu 19 Agustus 2023.

Untuk diketahui bersama bahwasannya salah seorang Perangkat Desa Kampung Bogor inisial MR telah melakukan perbuatan asusila, adapun korban asusila yang dilakukan oleh MR tersebut adalah IN yang notabenenya sebagai kakak ipar pelaku.

Menurut keterangan korban sebelumnya pelaku mendatangi rumah korban dengan alasan untuk mendaftarkan korban sebagai penerima bantuan sosial dan korban percaya kepada pelaku dan kesempatan inipun dimanfaatkan oleh pelaku sehingga terjadilah pidana pelecehan tersebut.

Setelah kejadian tersebut korban IN menceritakan apa yang sudah ia alami kepada suaminya, IN menceritakan bahwa dirinya sudah dilecehkan sebanyak dua kali oleh pelaku, pertama di ruang tamu dan yang kedua di dalam kamar, mendengar cerita dari istrinya tersebut JM suami dari IN langsung melaporkan hal tersebut kepada Kepala Desa.

Setelah mendengar laporan warganya Kepala Desa Kampung Bogor segera memanggil para pihak untuk dilakukan mediasi.

“Hasil dari mediasi tersebut menghasilkan kesimpulan dan kesepakatan damai dan pelaku juga dikenakan sanksi denda adat yaitu cuci kampung mengingat para pihak baik itu pelaku dan korban adalah satu keluarga,” ujar Kades saat saat ditemui di Kantor Desa.

Dalam musyawarah tersebut masyarakat desa Kampung Bogor meminta agar Kepala Desa kampung bogor dapat mengambil sikap tegas yaitu memberhentikan dengan tidak hormat saudara pelaku dari jabatannya sebagai Kepala Dusun (kadus V) Desa Kampung Bogor.

Selain itu, masyarakat juga protes bahwasannya denda adat cuci kampung yang sudah dilaksanakan oleh pelaku dianggap tidak sah secara hukum adat, salah seorang masyarakat menyampaikan bahwasannya cuci kampung yang dilakukan pelaku tidak sesuai karna selain kambing yang di sembelih pelaku sangat kecil ada juga yang namanya uang batu dari adat tersebut sebesar satu juta rupiah tidak diberikan oleh pelaku.

Sementara itu perwakilan masyarakat yang lain juga menyampaikan bahwa pembayaran denda adat cuci kampung yang sudah dilaksanakan dianggap tidak sah karna pelaku tidak hadir pada saat penyembelihan kambing cuci kampung tersebut, sedangkan menurut aturan yang ada seharusnya pelaku hadir dalam kegiatan tersebut dan seharusnya pelaku sendiri yang menabur bunga dan darah kambing sebagai cuci kampung tersebut.

Kepala Desa Kampung Bogor, Subandi, menerima semua masukan dan keberatan dari seluruh peserta musyawarah, Subandi berjanji akan segera melaksanakan apa yang menjadi tuntutan masyarakat Desa Kampung Bogor.

Subandi juga memastikan bahwa saudara pelaku akan dipecat dari jabatannya dan Kepala Desa juga memerintahkan warga dusun tersebut untuk segera melakukan musyawarah untuk menentukan siapa pengganti dari Kadus tersebut.

“Mengenai denda adat yang tidak sesuai Kepala Desa juga berjanji akan membicarakan dulu dengan para pihak,” tegas Kades.

Hadir dalam musyawarah tersebut Kepala Desa Kampung Bogor Subandi, Perangkat Desa Kampung Bogor, Ketua dan anggota BPD, Babinsa, lembaga adat, bhabinkamtibmas, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta perwakilan masyarakat desa kampung bogor.

Reporter : Andikha
Editor : redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *