oleh

Kasus Mebeleur, PPTK Penuhi Panggilan Penyidik

-SUMSEL-229 Dilihat

Musirawas, jurnalisbengkulu.com – Babak Baru pengadaan mebeleur meja dan kursi yang dianggarkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawas pasca dilimpahkan dari tim penyidik Intelijen ke tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau.

Terpantau, Netty yang diketahui selaku Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdik Musi Rawas sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pengadaan Mebeleur tersebut, kali ini memenuhi panggilan tim penyidik Pidsus Kejari Lubuklinggau untuk diperiksa dan dimintai keterangannya, Jumat (2/09/2022).

Pada pukul 15:36 WIB, Netty keluar dari ruangan penyidik dengan bergegas menghindar dari wawancara para awak media.

“Tanya kedalam saja,” Jawab Netty sambil terus berjalan masuk ke dalam mobil.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Yuriza Antoni, membenarkan kedatangan Netty atas pemanggilan Tim Penyidik guna diperiksa keterangannya terkait pengadaan Mebeleur Meja dan Kursi yang dianggarkan oleh Disdik Musi Rawas pada Tahun 2021 lalu.

Berdasarkan pemeriksaan oleh tim penyidik intelijen pengadaan tersebut terindikasi Mark Up atau penggelembungan harga yang berpotensi merugikan keuangan negara sebesar 700 juta.

“Iya benar, hari ini kita memanggil PPTK pengadaan untuk dimintai keterangannya, lebih lanjut sementara kita masih melakukan pendalaman atas perkara ini,” kata Yuriza Antoni, Kasi Pidsus Kejari Lubuklinggau.

Sebelumnya, diterangkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Husni Mubaroq. Tim penyidik intelijen telah menyelidiki dugaan ini selama kurang lebih 2 bulan.

Di dalam kurun waktu 2 bulan, tim penyidik Intelijen telah memanggil dan memeriksa 5 orang untuk kepentingan puldata dan pulbaket yang berkaitan dengan pengadaan tersebut.

Dari pemeriksaan terhadap pihak–pihak terkait, tim penyidik Intelijen menemukan adanya indikasi Mark Up atau penggelembungan harga yang berpotensi merugikan negara.

“Kurang lebih dalam kurun waktu 2 bulan kita menyelidiki dugaan ini, indikasi awal yang didapatkan yakni Mark Up, dari adanya indikasi tersebut, berpotensi merugikan negara sebesar 700 juta,” ungkap Kasi Intelijen, Husni Mubaroq.

Sekedar mengingatkan, pada tahun anggaran 2021, Dinas Pendidikan Musi Rawas menganggarkan belanja meubeler pengadaan meja dan Kursi senilai 1,1 Miliar yang diperuntukkan untuk SMP Negeri Muara Beliti, sebanyak 286 set dengan merk OUMA. pengadaan ini dilaksanakan oleh CV. Rombes Jaya.(HRD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.