Maut di Balik Gorong-gorong: Niat Tulus Pak Minin Berujung Duka di Pasar Atas
Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com –Sore itu, Jumat (10/4), langit di atas Pasar Atas, Kelurahan Kampung Jawa, sebenarnya tak menunjukkan tanda-tanda mencekam. Namun, sebuah keriuhan berubah menjadi kepanikan luar biasa tepat di depan Toko H. Ali Emi sekitar pukul 16.30 WIB.
Sosok pria paruh baya yang sehari-hari akrab menyapa warga sebagai juru parkir, kini harus terbujur kaku setelah berjuang melawan sumbatan sampah di dalam gelapnya siring.
Beliau adalah Minin (60), atau yang akrab disapa Nim. Warga Desa Karang Jaya ini mengembuskan napas terakhirnya dalam sebuah aksi sosial yang heroik sekaligus tragis.
Kronik di Kedalaman Siring
Kejadian bermula saat Pak Nim, dengan jiwa sosialnya, memutuskan untuk turun langsung ke dalam parit (siring) yang tersumbat. Bersama warga lainnya, ia berniat menyingkirkan tumpukan sampah yang menghambat aliran air di kawasan padat tersebut.

Nahas, setelah masuk ke dalam lorong sempit di bawah beton, Pak Nim tak kunjung muncul ke permukaan.
”Kami panggil-panggil dari luar, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Perasaan kami mulai tidak enak,” ujar Prio Santoso (50), salah satu saksi di lokasi kejadian.
Evakuasi yang Menegangkan
Melihat situasi yang tak wajar, Prio bersama Irwandi (42) dan warga lainnya bergegas melakukan upaya penyelamatan darurat. Di dalam ruang sempit yang minim cahaya dan udara tersebut, warga akhirnya berhasil menemukan posisi Pak Nim.
Dengan napas memburu, warga menarik kaki korban keluar dari dalam siring. Tubuh renta itu berhasil dievakuasi, namun kondisinya sudah sangat lemas dan tak berdaya. Tanpa membuang waktu, warga melarikan Pak Nim ke Klinik Kaisar dengan harapan mukjizat masih ada.
Setibanya di Klinik Kaisar, tim medis segera melakukan pemeriksaan. Namun takdir berkata lain. Dokter menyatakan bahwa Pak Nim telah meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan perawatan lebih lanjut. Berdasarkan analisis awal di lapangan, korban diduga kuat:
- Kehabisan Oksigen: Mengingat ruang bawah siring yang sempit dan pengap.
- Asfiksi: Terlalu banyak menelan air saat berusaha bernapas di tengah sumbatan sampah.
Kapolres Rejang Lebong melalui Bagian Humas mengonfirmasi insiden memilukan ini.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua akan bahaya tersembunyi di balik infrastruktur drainase yang tersumbat, terutama bagi mereka yang nekat masuk tanpa peralatan keamanan yang memadai.
Pasar Atas kini kehilangan salah satu sosok pekerja kerasnya.
Selamat jalan, Pak Nim. Niat tulusmu membersihkan lingkungan akan selalu diingat oleh warga Kampung Jawa.
Sumber Data : Humas Polres Rejang Lebong
Reporter : Hendri Gunawan






