Pengembangan UMKM Media Tanam Jamur Tiram di Tengaran

Kab.Semarang – Budidaya jamur tiram kini menjadi salah satu alternatif usaha pangan yang menjanjikan. Selain memiliki permintaan pasar yang terus meningkat, usaha ini juga dapat memanfaatkan limbah pertanian dan hasil samping industri kayu sebagai bahan baku media tanam. Keberhasilan budidaya jamur tiram sangat bergantung pada ketersediaan media tanam atau baglog yang berkualitas, sehingga keberadaan UMKM produsen baglog memiliki peran penting dalam mendukung para petani jamur.

Di sela-sela pelaksanaan pekerjaan fisik, anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga turut berpartisipasi dalam kegiatan pembinaan UMKM produksi media tanam jamur tiram di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran. Kehadiran personel TNI tidak hanya membantu percepatan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan dukungan nyata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendampingan usaha produktif. Minggu (26/7)

UMKM milik Bapak Firmanto (46), warga RT 05 RW 02 Desa Cukil, memproduksi baglog jamur tiram dengan memanfaatkan sekam dan serbuk sisa penggergajian kayu albasia sebagai bahan utama media tanam. Produk yang dihasilkan menjadi pemasok bagi para petani jamur tiram di wilayah Temanggung dan Klaten. Proses produksi dilakukan secara teliti mulai dari pencampuran bahan, pengemasan media ke dalam plastik, hingga penutupan baglog sebelum proses sterilisasi.

Dengan adanya bantuan tenaga dari anggota Satgas TMMD, pekerjaan produksi menjadi lebih ringan dan efisien. Bapak Firmanto mengaku sangat berterima kasih atas kepedulian TNI yang turut membantu usahanya. Menurutnya, kehadiran Satgas TMMD memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui dukungan terhadap pengembangan UMKM yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga desa.