Pesan Harian UJH : Lebaran Nyambung Resepsi Nikahan

Kebiasaan masyarakat bila usai lebaran disambung acara nikahan. Hal ini wajar, kue lebaran masih banyak, sanak famili yang merantau pulang semua. Suasana masih ramai. Secara adat dan syariat tidak ada larangan.

Menikah di bulan Syawal menurut Islam merupakan bagian dari sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW sendiri menikahi istrinya Aisyah RA di bulan Syawal, menghapuskan mitos larangan menikah di bulan ini yang berasal dari zaman jahiliyah.

Bila ada yang menyatakan tidak boleh, tabu atau dilarangan menikah di bulan Syawal hanya merupakan mitos yang tidak memiliki dasar yang sahih dalam ajaran Islam. Sebaliknya, keutamaan menikah di bulan Syawal justru sangat dianjurkan dan dianggap sebagai tindakan yang baik dalam agama Islam, sebagaimana yang dijelaskan dalam beberapa buku fikih dan ulama terkemuka. Hadits Rasulullah
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي…. متفق عليه
Artinya, “Dari Aisyah RA ia berkata, ‘Rasulullah SAW menikahi aku pada bulan Syawal dan menggauliku (pertama kali juga, pent) pada bulan Syawal. Lalu manakah istri-istri beliau SAW yang lebih beruntung dan dekat di hatinya dibanding aku?’” (Muttafaq ‘Alaih).

Pagar Dewa, 13042024
Salam Ujh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *