Pesan Harian UJH : Pikirkan Matang-matang

Persaingan dalam hal apa saja itu lumrah dan tidak mungkin bisa kita tolak. Pesaing pulalah yang membuat kita mencari strategi, kiat, cara dan teori mampu menjadi pemenang atau lolos dalam sebuah kompetisi.

Termasuk dalam merebut kursi legislatif dalam berbagai tingkatan. Semangat juang yang tinggi perlu tapi membaca situasi penting. Misal, kita caleg, tahu-tahu tetangga depan rumah atau sebelah rumah kita mengundang caleg lain dengan mengumpulkan warga untuk rapat serta memberi dukungan. Secara manusia kita bilang tetangga kita tidak punya rasa kemanusian. Namun, jika mau instrospeksi diri ternyata kita belum dipercaya masyarakat dalam kompetisi ini. Ada baiknya kita tanya dari hati ke hati dengan tetangga sebagai barometer bagi kelurahan, kecamatan bahkan kabupaten lain.

Jangan justru kita terjebak. Mau jual aset yang ada buat mengalahkan siapapun rival kita. Sebab yang mungkin terjadi pada kita, uang habis, aset terjual tetapi suara yang masuk tidak sesuai harapan. Orang bilang politik memang kejam. Padahal tidak. Yang kita adalah kita yang ambisius sehingga menghalalkan segala cara. Orang bilang dalam politik tidak ada kawan dan musuh yang abadi. Politik dalam praktiknya, merupakan proses untuk mempertahankan, meraih dan mengambil bagian dalam kekuasaan. Jangan heran bila terjadi pengkhianataan, dalam politik hal yang demikian dianggap lumrah. Meski kadang praktik semacam itu dinilai tidak elok dan tidak mencerminkan politik yang jujur, cerdas dan bersih. Tapi, itulah politik yang terjadi saat ini. Etika dan moral bisa terpinggirkan.

Pagar Dewa, 01122023
Salam Ujh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *