Pjs Kades Garut dan Wartawan Berdamai, Syahrul Sampaikan Permintaan Maaf
Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Perselisihan antara Penjabat Kepala Desa (Pjs) Garut, Syahrul, dan seorang wartawan yang dipicu beredarnya rekaman percakapan WhatsApp bernada ancaman akhirnya berakhir damai. Rekaman tersebut sempat menyita perhatian publik dan mendorong berbagai pihak meminta klarifikasi.
Mediasi dilakukan setelah unsur pemerintah desa, perwakilan media, dan tokoh masyarakat melakukan penelusuran. Pertemuan digelar dalam suasana terbuka dan kondusif pada Rabu (3/12/2025), hingga menghasilkan kesepakatan penyelesaian secara kekeluargaan.
Dalam mediasi, Syahrul menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya dalam rekaman.
“Saya benar-benar meminta maaf. Ucapan saya dalam rekaman itu tidak seharusnya terucap. Saya khilaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ujar Syahrul di hadapan peserta mediasi. Ia menambahkan bahwa ucapan tersebut dipengaruhi masalah pribadi, namun tetap menjadi tanggung jawabnya.
Wartawan yang bersangkutan menerima permintaan maaf dan berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama.
“Saya menerima permintaan maaf dan juga memohon maaf kepada Pak Syahrul. Yang terpenting adalah kita menjaga komunikasi profesional,” ujarnya.
Tokoh masyarakat Desa Garut, Farel, menyambut baik penyelesaian damai tersebut.
“Kami mengapresiasi kedewasaan kedua pihak yang berhasil menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin. Semoga hubungan pemerintah desa dan media semakin baik,” katanya.
Dengan tercapainya kesepakatan, kedua pihak diharapkan dapat kembali fokus menjalankan tugas. Peristiwa ini juga dinilai menjadi momentum memperkuat komunikasi, transparansi, dan sinergi antara pemerintah desa dan insan pers. (M25)






