Plt Bupati Hendri Sajikan Potret Pembangunan 2025 di Meja Legislatif

Plt Bupati Hendri Sajikan Potret Pembangunan 2025 di Meja Legislatif

 

Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Rejang Lebong menjadi saksi bisu sebuah prosesi penting dalam napas demokrasi daerah pada Senin pagi (13/4). Tepat pukul 09.45 WIB, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, SSTP, M.Si, melangkah ke podium untuk memaparkan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.

Bukan sekadar rutinitas birokrasi, penyampaian LKPJ ini merupakan cermin transparansi atas satu tahun perjalanan pembangunan di Bumi Pat Petulai. Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPRD, Pera Heriyani, SE, serta didampingi Wakil Ketua II, Lukman Effendi, SH.

Narasi Akuntabilitas di Hadapan Publik

Di hadapan jajaran legislatif, Forkopimda, akademisi, hingga para pemangku kebijakan, Plt Bupati Hendri menguraikan secara komprehensif dinamika pemerintahan sepanjang tahun 2025. Ia menegaskan bahwa setiap angka dan realisasi yang tertuang dalam dokumen tersebut merupakan representasi dari kerja keras dalam mengejawantahkan RPJMD.

“Penyampaian LKPJ ini adalah kewajiban konstitusional sekaligus wujud akuntabilitas kami kepada masyarakat melalui DPRD. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk mengevaluasi apa yang telah dicapai, hambatan yang masih mengadang, hingga solusi yang harus kita rumuskan bersama,” tutur Hendri dengan nada lugas.

Meskipun fokus pada pencapaian makro di sektor infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan, Hendri tidak menampik adanya tantangan dalam penguatan ekonomi kerakyatan yang memerlukan sinergi lintas sektoral di masa mendatang.

Dari Meja Eksekutif ke Pansus Legislatif

Menanggapi laporan tersebut, parlemen bergerak cepat. Wakil Ketua I DPRD, Pera Heriyani, memastikan bahwa pihaknya tidak akan sekadar menerima dokumen tersebut sebagai formalitas. DPRD dijadwalkan segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membedah setiap butir laporan secara mendalam.

“Kami akan bedah secara detail. Fokus kami adalah memastikan apakah anggaran yang terserap benar-benar memberikan dampak nyata (outcome) bagi masyarakat, bukan sekadar habis secara administratif,” tegas Pera.

Sinergi Menuju Perbaikan

Kehadiran elemen vertikal dan pimpinan perguruan tinggi dalam sidang ini menambah bobot urgensi LKPJ 2025. Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan pembangunan di Rejang Lebong kini melibatkan perspektif yang lebih luas, termasuk dari kalangan akademisi.

Rapat ditutup dengan penyerahan simbolis dokumen LKPJ dari eksekutif ke legislatif. Kini, bola panas pembangunan ada di tangan DPRD. Rekomendasi yang akan lahir dari “meja bedah” Pansus nantinya diharapkan menjadi kompas bagi Pemkab Rejang Lebong dalam menyusun langkah strategis untuk tahun-tahun berikutnya. (ADV)

 

Reporter : Hendri Gunawan