Proyek Rehabilitasi Saluran Irigasi Air Seluma Disorot, Masyarakat Pertanyakan Kualitas dan Manfaat Pekerjaan

Aktivitas pekerjaan rehabilitasi Saluran Irigasi Air Seluma di wilayah Kabupaten Seluma, yang menjadi sorotan masyarakat terkait kualitas, kesesuaian spesifikasi teknis, serta manfaat pekerjaan. 

 

Seluma, Jurnalisbengkulu.com – Pelaksanaan proyek rehabilitasi Saluran Irigasi Air Seluma Tahun Anggaran 2026 mendapat sorotan dari sejumlah masyarakat di Kabupaten Seluma.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai kontrak sekitar Rp30,943 miliar. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Bajasa Manunggal Sejati dan berada dalam lingkup penanganan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII.

Salah seorang tokoh masyarakat, Yudi Hartono, menyampaikan sejumlah pertanyaan dan catatan terkait pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah pekerjaan pengecoran rabat beton di sekitar saluran irigasi.

Menurut Yudi, berdasarkan pengamatannya di lapangan, terdapat dugaan penggunaan material dan pelaksanaan pekerjaan yang perlu diklarifikasi kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dalam dokumen kontrak.

“Menurut pengamatan kami, material yang digunakan diduga berupa sertu. Karena itu, kami mempertanyakan apakah pelaksanaan pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan, termasuk terkait mutu beton dan material yang digunakan,” ujar Yudi, Senin (10/8/2026).

Yudi juga menyoroti aspek pemadatan dan ketebalan rabat beton. Namun, ia menegaskan bahwa penilaian tersebut perlu diklarifikasi oleh pihak pelaksana pekerjaan maupun pihak yang memiliki kewenangan teknis.

“Kami melihat ada hal-hal yang perlu mendapat penjelasan, termasuk terkait pemadatan dan ketebalan. Kami berharap pihak yang berwenang dapat melakukan pengecekan agar pekerjaan benar-benar sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Selain persoalan kualitas pekerjaan, Yudi turut mempertanyakan manfaat pembangunan saluran irigasi di wilayah Seluma Selatan. Menurutnya, sebagian lahan di sekitar lokasi pekerjaan saat ini telah dimanfaatkan masyarakat untuk perkebunan kelapa sawit.

“Jika sebagian wilayah yang menjadi sasaran irigasi saat ini sudah beralih fungsi atau banyak ditanami kelapa sawit, tentu kami mempertanyakan bagaimana perencanaan dan manfaat dari pembangunan tersebut. Ini perlu mendapat penjelasan dari pihak terkait,” ujarnya.

Yudi menilai, proyek dengan nilai anggaran puluhan miliar rupiah tersebut perlu dilaksanakan secara transparan dan sesuai dengan perencanaan agar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Ia juga mempertanyakan prioritas pekerjaan rehabilitasi pada beberapa bagian saluran irigasi. Menurutnya, terdapat bagian tertentu pada saluran yang dinilai membutuhkan penanganan, termasuk lantai dan dinding saluran.

“Setahu kami, ada bagian saluran yang perlu direhabilitasi, baik pada lantai maupun dindingnya. Sementara yang terlihat dikerjakan di beberapa lokasi adalah rabat beton di sisi saluran. Karena itu, kami mempertanyakan dasar perencanaan dan prioritas pekerjaan tersebut,” ungkapnya.

Yudi berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai spesifikasi pekerjaan, perencanaan, serta manfaat proyek rehabilitasi Saluran Irigasi Air Seluma.

“Harapan kami, anggaran negara yang digunakan benar-benar menghasilkan pekerjaan yang berkualitas, sesuai spesifikasi, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pengguna irigasi,” tegasnya.

Masih Menunggu Penjelasan Pihak Terkait

Hingga berita ini diterbitkan, JurnalisBengkulu.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Provinsi Bengkulu dan pihak pelaksana pekerjaan, PT Bajasa Manunggal Sejati, terkait sejumlah pertanyaan dan penilaian yang disampaikan oleh narasumber.

Penjelasan dari pihak BWS Sumatera VII dan pelaksana pekerjaan diperlukan untuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, serta ketentuan yang berlaku.

JurnalisBengkulu.com membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi seluruh pihak terkait sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan Kode Etik Jurnalistik.

 

Reporter: Sukardianto