Subuh Keliling di Lebong, Kapolres Ajak Orang Tua Peka terhadap Tanda Anak Korban Bullying

Subuh Keliling di Lebong, Kapolres Ajak Orang Tua Peka terhadap Tanda Anak Korban Bullying

 

Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Perundungan atau bullying di lingkungan sekolah bukan persoalan sepele. Di balik anak yang mendadak enggan berangkat sekolah, menjadi pendiam, atau mengalami penurunan prestasi belajar, bisa saja tersimpan persoalan yang belum berani mereka ceritakan kepada orang tua.

Kepedulian terhadap persoalan tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, S.H., S.I.K., saat melaksanakan kegiatan Subuh Keliling di Masjid Al-Jihad, Kelurahan Tanjung Agung, Kabupaten Lebong, Sabtu (17/10/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 04.35 WIB tersebut, Kapolres bersama personel Polres Lebong dan masyarakat melaksanakan salat Subuh berjemaah sekaligus berdialog dengan warga mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dalam dialog tersebut, salah seorang warga menyampaikan kekhawatiran mengenai anak-anak yang kerap takut bercerita ketika menjadi korban perundungan di sekolah. Warga juga mempertanyakan tanda-tanda yang dapat dikenali orang tua ketika anak mengalami perlakuan tersebut.

Menanggapi hal itu, Kapolres Lebong menekankan pentingnya peran keluarga dalam mengenali perubahan perilaku anak. Beberapa tanda yang patut diperhatikan antara lain anak mendadak malas pergi ke sekolah, mengalami perubahan emosi menjadi murung atau cemas, serta menunjukkan penurunan prestasi belajar.

“Peran orang tua sangat penting dalam mencegah perundungan terhadap anak. Kami mengimbau agar orang tua lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, seperti mendadak enggan pergi ke sekolah, menjadi murung, cemas, atau mengalami penurunan prestasi belajar. Jika melihat tanda-tanda tersebut, ajak anak berkomunikasi dengan baik, dengarkan keluhannya, dan jangan menyalahkan mereka,” ujar AKBP Agoeng Ramadhani.

Menurutnya, anak membutuhkan lingkungan yang aman agar berani menceritakan persoalan yang dihadapinya. Karena itu, orang tua diharapkan mampu membangun komunikasi terbuka dengan anak sehingga berbagai persoalan, termasuk perundungan, dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

Selain menyampaikan kekhawatiran mengenai perundungan, masyarakat juga mengusulkan agar edukasi dan sosialisasi pencegahan bullying dilakukan secara langsung di sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Menanggapi usulan tersebut, Kapolres menyambut baik masukan masyarakat. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan perundungan perlu diperluas agar para pelajar mendapatkan pemahaman yang memadai mengenai dampak negatif tindakan tersebut.

“Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pemahaman tentang bahaya bullying, etika pergaulan, dan bijak dalam bermedia sosial. Pencegahan perundungan membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari kepolisian, sekolah, orang tua, hingga masyarakat,” tegasnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Polres Lebong berkomitmen mengoptimalkan program Police Goes to School melalui Sat Binmas dan seluruh Polsek jajaran. Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan edukasi secara langsung kepada pelajar di berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Lebong.

Kapolres juga mengajak kepala sekolah dan dewan guru yang menginginkan kegiatan sosialisasi di sekolah masing-masing agar berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat.

“Kami juga mengajak pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat agar edukasi ini dapat menjangkau lebih banyak pelajar,” tambahnya.

Melalui kegiatan Subuh Keliling, Polres Lebong tidak hanya mempererat silaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga membuka ruang dialog untuk menyerap aspirasi dan mencari solusi terhadap persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Pesan mengenai pencegahan perundungan tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan anak membutuhkan kepedulian bersama. Orang tua perlu hadir untuk mendengarkan, sekolah harus menciptakan lingkungan belajar yang aman, dan masyarakat diharapkan turut membangun pergaulan yang sehat bagi generasi muda.

Kegiatan Subuh Keliling di Masjid Al-Jihad berlangsung aman dan lancar. Polres Lebong berharap sinergi antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga kamtibmas sekaligus mencegah anak menjadi korban maupun pelaku perundungan. (NA)