Tiang PLN Ambruk di Simpang Air Rusa Sempat Lumpuhkan Akses Jalan
Rejang Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Akses lalu lintas di gerbang masuk Simpang Desa Air Rusa, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong, sempat lumpuh pada Senin pagi (18/5/2026) setelah sebuah tiang beton milik PLN ambruk dan melintang di badan jalan sekitar pukul 06.00 WIB.
Beruntung, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Berdasarkan informasi warga yang pertama kali menyiarkan kejadian melalui siaran langsung Facebook, proses evakuasi berhasil dilakukan berkat kerja sama masyarakat setempat bersama petugas teknis PLN.
“Sekarang kawasan tersebut sudah bisa dilewati. Tiang sudah berhasil disingkirkan dari jalan, dibantu warga dan pihak PLN. Lokasinya tepat sebelum Air Rusa, masuk Simpang Air Rusa,” ujar perekam video amatir di lokasi kejadian.

Meski akses jalan kembali normal, insiden ambruknya tiang listrik tersebut memunculkan sorotan terhadap kualitas audit dan pemeliharaan aset PLN di wilayah Rejang Lebong. Peristiwa ini dinilai menambah catatan persoalan infrastruktur kelistrikan yang sebelumnya juga menjadi perhatian publik.
Masyarakat masih mengingat insiden pada Minggu (3/5/2026) lalu di Jalur Lintas Curup–Linggau, saat seorang pemuda bernama Adi Wiguna mengalami luka serius usai diduga terjerat kawat baja penahan tiang milik PLN ULP Curup yang menjuntai ke badan jalan tanpa rambu peringatan.
Dalam kejadian tersebut, korban mengalami luka robek serius di bagian leher serta cedera berat pada kaki hingga harus mendapat penanganan intensif.
Sinergi cepat antara warga dan petugas PLN dalam proses evakuasi tiang ambruk memang mendapat apresiasi. Namun, masyarakat berharap PLN tidak hanya bergerak setelah kejadian terjadi, melainkan lebih mengedepankan langkah preventif melalui pengawasan dan pemeliharaan rutin infrastruktur kelistrikan.
Rentetan persoalan seperti kawat menjuntai hingga tiang listrik tumbang di jalan raya dinilai menjadi alarm penting bagi evaluasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pemeliharaan aset kelistrikan di lapangan.
Reporter : Hendri Gunawan











