Budaya Belajar SKS di Kalangan Mahasiswa Indonesia

Opini, jurnalisbengkulu.com- Bagi sebagian orang pasti tidak asing lagi jika mendengar kata SKS (Sistem Kebut Semalam), terkhususnya pada kalangan Mahasiswa. Sistem Kebut Semalam (SKS) adalah proses belajar atau mengerjakan tugas dengan cepat dalam waktu satu malam sebelum menjelang pengumpulan tugas.

Sistem Kebut Semalam (SKS) sangat suka dan sering dilakukan oleh mahasiswa bahkan sudah menjadi budaya yang tidak bisa dilepaskan, mengingat seorang mahasiswa memiliki jadwal yang padat sehingga tidak memungkinkan untuk membuat tugas di awal waktu, apalagi ditambah dengan perkembangan teknologi dan komunikasi massa saat ini yang sangat pesat, dimana hal tersebut akan memudahkan mereka dalam mengerjakan tugas, terkadang juga mereka sering meminta hasil dari tugas teman-temannya.

Mereka beranggapan bahwa lebih enak membuat tugas sebelum menjelang pengumpulan tugas, percuma membuat tugas di awal-awal dimana pada akhirnya materi yang telah didapat dan dipelajari akan lupa seiring berjalannya waktu, Walaupun anggapan mereka tersebut sangatlah salah.

Jika Mahasiswa masih menggunakan Sistem Kebut Semalam (SKS), mereka tidak akan memperoleh dan memahami materi dengan maksimal, mereka akan terus bergantung pada perkembangan teknologi dan komunikasi massa serta kepada temannya.

Menurut penelitian para ahli dari University of California, Los Angeles dalam studi yang telah dipublikasikan pada Jurnal Child Development ditemukan bahwa, belajar dengan Metode SKS (Sistem Kebut Semalam) tidak akan sebanding dengan hasilnya karena akan memberikan hasil yang buruk.

Semakin banyak jam tidur yang dikurangi mahasiswa untuk belajar, maka semakin buruk kinerja mereka pada saat mengerjakan ujian.

Dampak yang akan ditimbulkan jika menjalankan Sistem Kebut Semalam (SKS), mahasiswa akan kurang tidur yang akan mengakibatkan kesehatan mereka menurun, akan menganggu kinerja otak bahkan bisa mengalami gangguan memori seperti menimbulkan stress, mudah lelah, sering mengantuk, kurang konsentrasi, turunnya daya tahan tubuh, bahkan bisa meninggal dunia, jadi mari stop belajar dengan menerapkan Sistem Kebut Semalam (SKS) agar tidak terjadi hal-hal buruk yang bisa menimpa kita.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *