16 Santri Ponpes Nurul Qur’an Ikuti Wisuda Khatam dan Pelepasan Kelas IX

16 Santri Ponpes Nurul Qur’an Ikuti Wisuda Khatam dan Pelepasan Kelas IX

 

Lebong, Jurnalisbengkulu.com – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Aula Pondok Pesantren Nurul Qur’an, Kecamatan Lebong Atas, Kabupaten Lebong, Sabtu (13/6/2026), saat digelarnya Tasyakuran Hifzhil Qur’an dan Pelepasan Santri Kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pondok Pesantren Nurul Qur’an.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri pimpinan pondok pesantren, pengurus yayasan, kepala madrasah, dewan guru, wali santri, serta para santri yang akan mengakhiri masa pendidikan mereka di tingkat MTs.

Momen pelepasan ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga bentuk rasa syukur atas perjuangan para santri selama menempuh pendidikan di pondok pesantren, termasuk dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur’an.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 16 santri mengikuti prosesi Khatam Al-Qur’an dengan capaian hafalan yang berbeda-beda. Dua santri berhasil menyelesaikan hafalan 3 juz, yakni Adelia dan Uzlifathul. Satu santri menyelesaikan hafalan 2 juz, yaitu Salwa A.S. Sementara 13 santri lainnya khatam 1 juz, yakni Meyza S., C. Wulandari, Izza H., Thiar N., Randi D.M., Ariyu, M. Alhabibi, Meysin, Ziodane, M.H. Alfadil, Firza, Anugrah, dan Zavira.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi hafalan Al-Qur’an, Pondok Pesantren Nurul Qur’an memberikan beasiswa pendidikan selama satu semester kepada dua santri yang berhasil mencapai hafalan 3 juz, yakni Uzlifatul dan Adel.

Pembina Yayasan Fastabiqul Qhairat, Musliyani, S.H., M.H., mengatakan Pondok Pesantren Nurul Qur’an telah memiliki legalitas yang lengkap sehingga masyarakat tidak perlu ragu mempercayakan pendidikan putra-putrinya di lembaga tersebut.

Ia juga berpesan kepada para santri agar terus menjaga kehormatan diri, menghormati orang tua dan guru, serta tidak berhenti menuntut ilmu. Menurutnya, hafalan Al-Qur’an yang telah diperoleh harus menjadi bekal penting dalam kehidupan.

“Menghafal Al-Qur’an itu penting sebagai bekal kehidupan kalian ke depan. Namun yang lebih penting adalah bagaimana mengamalkan isi dan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah anak-anak yang sukses, bukan hanya sukses di dunia, tetapi juga sukses di akhirat,” pesan Musliyani.

Sementara itu, Kepala MTs Nurul Qur’an, Ust. Sukamdani, mengapresiasi perjuangan para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di pesantren. Ia berharap para lulusan mampu menjadi pribadi yang bermanfaat di tengah masyarakat.

“Kami tidak menuntut kalian menjadi pejabat. Di mana pun kalian berada, jadilah orang yang berguna, dipercaya masyarakat, mampu menjadi imam, guru mengaji, serta membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Suasana haru semakin terasa ketika perwakilan wali santri kelas IX, Sahir, menyampaikan rasa terima kasih kepada yayasan, pimpinan pondok, dan seluruh dewan guru atas dedikasi mereka dalam mendidik para santri.

“Percuma cerdas dan pandai jika tidak memiliki akhlak. Karena itu, apa yang didapatkan selama di pondok pesantren ini hendaknya diamalkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Mewakili para wali santri, Sahir juga memohon maaf atas segala kesalahan anak-anak mereka selama menempuh pendidikan serta berharap para guru terus mengiringi langkah para lulusan dengan doa.

Kegiatan tasyakuran dan pelepasan ini menjadi bukti komitmen Pondok Pesantren Nurul Qur’an dalam mencetak generasi Qurani yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki bekal hafalan Al-Qur’an, akhlak mulia, serta karakter yang kuat.

Seluruh pihak berharap para lulusan mampu meraih cita-cita, mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. (NA)