Merekam jejak tim BONTE: Skuad elite Sat Samapta Polres Rejang Lebong, kokoh bak karang namun tetap humanis

Rejang Lebong, JurnalisBengkulu.com – Di bawah bentangan langit Rejang Lebong, atmosfer kesiapsiagaan kini terasa semakin pekat. Langkah kaki yang tegap, kesiagaan tanpa henti, dan semangat juang yang membara menjadi pemandangan harian di markas Sat Samapta Polres Rejang Lebong. Semua itu berakar dari lahirnya sebuah unit reaksi cepat: Tim BONTE.

Lahir di era kepemimpinan Kasat Samapta IPTU Arief Abdullah, S.Sos., M.Si., Tim BONTE hadir bukan sekadar sebagai pasukan pengamanan rutin, melainkan sebagai jawaban atas kebutuhan respons cepat, soliditas, dan aksi nyata bagi masyarakat Bengkulu.

Filosofi nama: Dari akar bahasa hingga jiwa korsa

Mengapa dinamakan BONTE?

Secara akronim, nama ini merangkum lima nilai utama yang melekat pada setiap dada personelnya:

– Berani

– Optimis

– Netral

– Tangguh

– Empati

Namun, makna BONTE meresap jauh lebih dalam. Dalam akar bahasa Bugis/Makassar, Bonte merujuk pada keteguhan pasir serta kekuatan yang kokoh. Layaknya batu karang di tengah deburan ombak, skuad ini dirancang untuk berdiri tegak menghadapi segala ancaman keamanan, namun tetap fleksibel dan menyatu di tengah masyarakat. Singkat, padat, mudah diingat, dan sarat akan jiwa korsa.

Simbolisme logo: Ketegasan dan pengayoman

Identitas visual Tim BONTE memancarkan filosofi Polri yang mendalam:

– Warna hitam dan kuning: Melambangkan ketegasan sikap di lapangan serta kehormatan tugas yang diemban.

– Kepalan tangan dan tameng: Simbol kekuatan penuh untuk memberantas kejahatan sekaligus perisai pelindung bagi rakyat.

– Tulisan BONTE: Penanda satu komando dan kekompakan tanpa celah.

– Bintang tiga: Tunduk dan teguh pada ajaran Tri Brata serta Catur Prasetya Polri.

Menggulung gangster, merangkul masyarakat

Tim ini dibentuk dengan target terukur dan berdampak langsung. Di jalur hukum dan keamanan, Tim BONTE menjadi garda terdepan dalam memberantas geng motor, menyapu bersih kejahatan jalanan, serta menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Rejang Lebong.

Namun, di sisi lain, wajah garang di lapangan itu seketika melunak saat berhadapan dengan warga. Aksi bakti sosial dan kegiatan kemasyarakatan rutin digelar, menjadikan Tim BONTE sebagai figur penegak hukum yang humanis dan dicintai rakyat.

Asa dan langkah ke depan

Slogan “Maju Terus – Pantang Mundur” bukan sekadar deretan kata pemicu semangat. Di bawah komando IPTU Arief Abdullah, Tim BONTE diharapkan terus tumbuh menjadi skuad percontohan yang disiplin, profesional, dan menjadi kebanggaan Sat Samapta Polda Bengkulu.

Di tengah tantangan zaman yang kian dinamis, Tim BONTE telah membuktikan bahwa kekuatan sejati seorang prajurit tak hanya diukur dari ketangguhan fisiknya di lapangan, tetapi juga dari besarnya empati dan solidaritas yang ia berikan kepada masyarakat.

Reporter: Hendri Gunawan 

 

Reporter : Hendri Gunawan