SELUMA, jurnalisbengkulu.com — Aktivitas nelayan di pesisir Muara Maras, Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma, selama ini masih berlangsung dengan fasilitas sederhana. Proses pelelangan hasil tangkapan ikan bahkan masih memanfaatkan tenda darurat yang dibangun secara swadaya oleh para nelayan.
Kondisi tersebut diharapkan segera berubah. Pemerintah Kabupaten Seluma melalui Dinas Perikanan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta dari APBD Tahun Anggaran 2026 untuk pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Maras.
Pembangunan fasilitas baru ini diharapkan menjadi langkah untuk menghadirkan tempat pelelangan yang lebih layak sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Seluma, Ali Sadikin, mengatakan saat ini pihaknya masih menyelesaikan berbagai tahapan administrasi dan persiapan teknis sebelum pekerjaan pembangunan dimulai.
“Seluruh proses administrasi dan persiapan teknis tengah diselesaikan agar pekerjaan dapat segera dimulai. Saat ini tahapan persiapan terus kita lakukan agar proses pembangunan berjalan sesuai jadwal,” kata Ali.
Anggaran Dibagi untuk Fisik dan Perencanaan
Dari total anggaran Rp200 juta, kata Ali, sekitar Rp185 juta dialokasikan untuk pekerjaan fisik pembangunan gedung TPI. Sementara Rp15 juta digunakan untuk penyusunan dokumen perencanaan.
Gedung TPI baru tersebut akan dibangun di atas lahan hibah milik Pemerintah Desa Muara Maras dengan ukuran sekitar 10 x 20 meter.
Lokasinya berada tidak jauh dari bangunan TPI lama sehingga diharapkan dapat tetap mendukung aktivitas pelelangan ikan yang selama ini telah berjalan di kawasan tersebut.
Dari Tenda Darurat Menuju Fasilitas yang Lebih Layak
Bagi nelayan, keberadaan tempat pelelangan bukan sekadar bangunan. TPI menjadi salah satu bagian penting dalam rantai aktivitas ekonomi setelah hasil tangkapan dibawa ke darat.
Namun, keterbatasan fasilitas selama ini membuat proses pelelangan masih dilakukan di bawah tenda darurat. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika cuaca tidak bersahabat.
Hujan dan angin kencang dapat mengganggu proses transaksi maupun aktivitas penanganan hasil tangkapan ikan.
Ali mengatakan kondisi fasilitas yang belum memadai juga berpengaruh terhadap kenyamanan dan pelayanan dalam kegiatan pelelangan.
“Selain mengurangi kenyamanan, keterbatasan fasilitas juga berdampak pada kualitas pelayanan serta penanganan hasil tangkapan ikan,” ujarnya.
Karena itu, pembangunan gedung TPI baru diharapkan dapat mengembalikan fungsi tempat pelelangan ikan secara lebih optimal.
Dengan tersedianya fasilitas yang lebih layak, proses jual beli hasil tangkapan diharapkan dapat berlangsung secara lebih tertib, nyaman dan aman.
Lebih jauh, fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran distribusi dan pemasaran hasil tangkapan, sehingga memberikan nilai tambah bagi para nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Seluma.
“Dengan fasilitas yang lebih layak, proses jual beli hasil tangkapan diharapkan berlangsung lebih tertib, nyaman, aman, serta mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir Seluma,” pungkas Ali.
(ADV/Sukardianto)








