Bengkulu Dibidik Jadi Kota Modern, Wali Kota Tegaskan Penataan GSB

Dedy Wahyudi Dorong Bengkulu Lebih Rapi, Bangunan Langgar GSB Diminta Berbenah

 

 

Kota Bengkulu, Jurnalisbengkulu.com – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mulai menata ulang wajah ibu kota provinsi dengan menekankan ketertiban tata ruang dan estetika bangunan. Dalam sejumlah tinjauan lapangan, Dedy menilai banyak bangunan di kawasan perkotaan telah melanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB), sehingga berdampak langsung pada keindahan dan kenyamanan ruang publik.

Menurut Dedy, pertumbuhan bangunan yang tidak terkendali, terutama yang memanjang ke arah bahu jalan, menunjukkan lemahnya kepatuhan terhadap aturan tata kota. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu visual kota, tetapi juga berpotensi menghambat fungsi infrastruktur serta keselamatan pengguna jalan.

Ia menegaskan bahwa Bengkulu sebagai ibu kota provinsi harus tampil rapi, tertib, dan memiliki daya tarik visual yang baik. Salah satu langkah yang didorong Pemerintah Kota adalah mengajak pemilik ruko dan rumah tinggal untuk melakukan perawatan bangunan secara berkala, termasuk pengecatan ulang agar lingkungan terlihat bersih dan terawat.

Dedy menilai kesan pertama sebuah kota sangat menentukan minat orang untuk berkunjung maupun berinvestasi. Lingkungan yang kumuh dan tidak tertata, menurutnya, dapat menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.

Meski pemerintah memiliki kewenangan untuk menindak pelanggaran secara tegas, Dedy menekankan bahwa pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas. Melalui koordinasi Dinas PUPR dan Satpol PP, Pemkot Bengkulu saat ini terus melakukan sosialisasi dan pembinaan agar pemilik bangunan secara sukarela menyesuaikan konstruksinya dengan aturan yang berlaku.

Namun demikian, ia memastikan penegakan hukum tetap akan dilakukan jika upaya persuasif tidak diindahkan. Penataan kawasan kota, termasuk area pasar dan pusat aktivitas ekonomi, menjadi bagian dari visi besar Pemerintah Kota Bengkulu untuk menciptakan kota yang modern, tertib, dan kompetitif.

Dengan penataan GSB yang konsisten dan lingkungan yang bersih, Bengkulu diharapkan mampu meningkatkan daya saingnya sebagai destinasi wisata sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Indonesia. (M25)