Bengkulu, jurnalisbengkulu.com – Masalah radikalisme dan terorisme saat ini memang sudah marak terjadi di mana-mana, termasuk di Indonesia sendiri.
Pengaruh radikalisme dan terorisme yang merupakan suatu pemahaman baru, yang dibuat-buat oleh pihak tertentu mengenai suatu hal, seperti agama, sosial, dan politik, seakan menjadi semakin rumit karena berbaur dengan tindakan yang cenderung melibatkan kekerasan.
Fakta menyebutkan, banyak kalangan muda yang terlibat radikalisme dan terorisme, sehingga pemerintah secara tegas meminta segenap civitas kampus untuk menangani hal ini secara serius. Jika tidak, generasi muda akan menjadi korbannya dan persatuan bangsa dipertaruhkan.
Sehingga Pemerintah Melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dan civitas Universitas Negeri Bengkulu (UNIB) menggelar kegiatan Apel Pemuda Provinsi Bengkulu dengan tema “Indonesia Harmoni Menuju Indonesia Emas” bertempat di Gedung C Universitas Bengkulu. Jln. WR. Supratman, Kandang Limun, Kec. Muara Bangkahulu, Bengkulu, Selasa (08/08/28).
Tampak hadir pada acara tersebut Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi (Deputi 1) Mayjen TNI Nisan Setiadi, Kabinda Bengkulu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu sekaligus ketua FKPT khairil Anwar, Kasi Intel Korem 041/Gamas Bengkulu, Kolonel Inf Robinson, Perwira Staf Potensi Maritim (Paspotmar) Lanal Bengkulu, Kapten Sugiarto, Kasatgaswil Bengkulu Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Dr. Imam Subandi, S.S., S.H., M.H., Kabinda Bengkulu, Zulkarnaen, S.E., M.Si., serta dari bangku audiens tampak kumpulan organisasi pemuda Bengkulu, mahasiswa dan pelajar SMA provinsi Bengkulu.
Dikatakan Mayjen TNI Nisan Setiadi , dengan menghadirkan lebih dari 500 pemuda dari berbagai universitas dan SMA di Bengkulu, dirinya berharap para pemuda ini bisa menjadi “agen of change”, dalam memerangi paham radikalisme dan terorisme khususnya di Provinsi Bengkulu.
“Jadi kami mengajak para pemuda untuk sama-sama memerangi paham kekerasan atau radikalisme yang memang secara nyata sudah ada di tengah masyarakat. Bahkan beberapa paham radikalisme dan terorisme ini yang mengancam persatuan bangsa dan negara,” jelasnya.
Senada diungkapkan Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Setda Provinsi Bengkulu Khairil Anwar. Menurutnya walaupun Bengkulu masuk sebagai salah satu provinsi dengan tingkat indeks keamanan tinggi berdasarkan hasil surve Lemhanas RI, namun demikian kewaspadaan harus tetap dilakukan.
Terlebih lanjutnya, pengaruh media sosial terhadap anak-anak dan pemuda pada saat ini banyak yang memberikan efek negatif atas perilaku mengarahkan pada pandangan radikalisme dan terorisme.
“Tentu selain dengan mengajak pemuda untuk menangkal dan memerangi paham radikalisme dan terorisme ini, tindakan strategis dan koordinasi dengan aparat penegak hukum, Badan Intelegen daerah bahkan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) optimal terus dilakukan,” jelas Khairil Anwar yang juga merupakan Ketua FKPT Provinsi Bengkulu ini.
Sementara memasuki tahun politik Pemilu 2024, Khairil Anwar juga mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat khususnya pemuda Bengkulu, untuk senantiasa mengawal setiap tahapan pemilu.
“Ini juga saat ini perlu menjadi perhatian kita semua, jangan sampai pemilu 2024 justru menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. Apalagi hingga menimbulkan paham radikalisme untuk dengan sengaja mencoreng jalannya proses demokrasi,” tutupnya.
Sebagai tambahan melalui kajian Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIX di Bengkulu, provinsi Bengkulu menjadi provinsi teraman dari Radikalisme dan Terorisme.
Reporter : Saprian Utama SH











