Dampak Perkembangan Media Komunikasi Massa Terhadap Perubahan Pola Perilaku Sosial Masyarakat

Karakteristik masyarakat dalam dunia modern antara lain yaitu tidak bisa dipisahkannya kehidupan mereka dengan segala hal yang berbau teknologi. Kehidupan masyarakat modern memiliki ketergantungan yang sangat besar tehadap eksistensi teknologi baik menyangkut kegiatan sehari hari yang sangat sederhana sampai pada kegiatan yang sangat rumit.

Kehidupan masyarakat modern yang tidak bisa dipisahkan dari teknologi ini juga terjadi dalam pemenuhan informasi melalui media, berbagai sarana informasi yang sudah terintegrasi dengan teknologi sudah menjadi konsumsi masyarakat hampir secara menyeluruh baik di perkotaan maupun di pedesaan. Dahulunya telepon genggam (HP) merupakan alat komunikasi yang sederhana yang dapat memenuhi kebutuhan untuk berkomunikasi secara lisan dan tulisan yang berbentuk SMS, namun saat ini HP telah berubah fungsi tidak hanya sebagai media komunikasi namun juga sekaligus menjadi alat untuk menggali banyak informasi melalui internet. Fenomena tersebut merupakan salah satu bukti bahwa perkembangan teknologi terus melaju dalam dinamika masyarakat modern saat ini, termasuk teknologi komunikasi.

Perkembangan teknologi komunikasi yang setiap saat semakin pesat ini juga akan mempengaruhi perkembangan media masa di era globalisasi saat ini. Era globalisasi mempengaruhi kompleksitas sistem sosial budaya masyarakat dan penerimaan informasi serta sistem komunikasi melalui media massa.

Komunikasi massa merupakan suatu pesan yang disampaikan melalui perantara media massa pada sejumlah besar orang atau khalayak ramai, proses produksi atau pendistribusian pesan yang berlandaskan teknologi lembaga secara kontinyu serta jangkauan paling luas. Komunikasi massa biasanya penyebaran pesan atau informasinya langsung terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada publik dan tidak hanya fokus pada satu tempat, melainkan ke beberapa tempat. Komunikasi massa merupakan komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak maupun elektronik yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang melembagakan dan ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim dan heterogen. Laju perkembangan komunikasi massa begitu cepat dan memiliki bobot nilai tersendiri pada setiap sisi kehidupan sosial budaya yang sarat dengan perubahan perilaku masyarakat.

Komunikasi massa yang sudah menggunakan sistem teknologi dalam penyebaran informasi secara massal ini memang memberikan dampak yang sangat terasa langsung bagi masyarakat secara umum, antara lain mempermudah dalam mengakses informasi yang dibutuhkan, mengetahui perkembangan berita atau informasi terkini sehingga tidak ketinggalan informasi penting, informasi dan berita yang disampaikan tidak memerlukan waktu yang lama untuk sampai ke masyarakat sebagai penerima dan pengguna, masyarkat juga bisa mengontrol, mengkritik dan memberikan opini tersendiri dalam menyikapi informasi atau berita yang disampaikan.

Selain itu, dampak dari komunikasi massa juga mampu menciptakan budaya di masyarakat terkini serta tidak dapat dihindari lagi. Kemajuan media komunikasi saat ini sangat memberikan pengaruh terhadap masyarakat baik terhadap pemikiran maupun pola hidup. Keberadaan media online pun digadang-gadang menjadi pola baru dalam berinteraksi dengan sesama. Jika dahulu masih banyak masyarakat yang masih menganggap penting kegiatan silaturrahim, saat ini kegiatan tersebut sudah tergantikan oleh media.

Banyak penelitian yang menegaskan bahwa perilaku masyarakat saat ini banyak dipengaruhi oleh media massa yang mereka konsumsi. Bahkan menjamurnya perilaku kriminal salah satunya dipicu oleh perilaku imitasi yang dilakukan oleh pelakunya dari tontonan yang mereka konsumsi. Adanya media massa seperti televisi menunjukan bahwa efek dari media tersebut adalah munculnya efek alihan (displacement effect) yang didefinisikan sebagai reorganisasi kegiatan yang terjadi karena masuknya telivisi; berupa pengurangan kegiatan dan penghentian beberapa kegiatan sama sekali dan diganti oleh kegiatan menonton televisi. Kondisi ini menjelaskan dengan kehadiran televisi telah mengurangi jam tidur, membaca, bermain karena harus dihabiskan dengan menonton televisi.

Sebagai perangkat teknologi, media komunikasi massa memberikan beberapa efek yang tidak dapat dihindari yang diantaranya meliputi aspek kognitif, aspek afektif dan aspek behavioral. Efek kognitif terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui, dipahami, atau dipersepsi khalayak. Efek ini berhubungan dengan transmisi pengetahuan, ketrampilan, kepercayaan atau informasi. Efek afektif akan timbul bila ada perubahan pada apa yang dirasakan, disenangi atau dibenci khalayak. Efek ini ada hubungannya dengan sikap, emosi, atau nilai. Efek behavioral merujuk pada perilaku yang nyata yang dapat diamati yang meliputi pola-pola tindakan, kegiatan, atau kebiasaan berperilaku, misalnya, setelah menyaksikan wawancara seorang transmigran dengan reporter TVRI, mungkin akan diperoleh informasi tentang perosedur transmigrasi (efek kognitif), atau mungkin ada rasa terharu menyaksikan keberhasilan transmigran (efek afektif) sehingga kemudian mengikuti jejak langkah transmigran untuk ikut bertransmigrasi (efek behavioral).

Kiprah surat kabar, majalah, televisi, radio, internet dengan segala kekayaan programnya telah merubah wajah masyarakat menjadi cermin dari sebuah pergerakan media massa. Budaya masyarakat saat ini telah memiliki menjadi budaya media karena apa yang dilakukan masyarakat adalah produk dari respon mereka terhadap informasi yang mereka serap dari media. Keberhasilan media massa dalam membentuk segala aspek psikis masyarakat tidak lepas dari keberhasilan persuasi yang senantiasa hidup dalam setiap kegiatan penyampaian pesan baik secara verbal maupun non verbal yang ditayangkan lewat media.

Saat ini, tidak hanya media cetak berupa koran dan majalah, maupun media teknologi berupa televisi dan radio saja yang menjadi media dalam komunikasi massa. Seiring dengan arus teknologi yang berkembang pesat, seperangkat gadget berupa smartphone telah menjadi salah satu fenomena yang baru dalam eksistensinya dalam menyemarakkan komunikasi massa. Masyarakat tidak lagi harus meluangkan waktu untuk menonton tv, membeli surat kabar, dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka akan informasi, namun saat ini media internet telah dapat diakses melalui gadget atau smartphone yang sudah menjadi alat komunikasi yang tidak mewah lagi. Ternyata antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam mengkonsumsi media tersebut sehingga lambat laun masyarakat telah memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap media tersebut.

Fenomena media online seperti sosial media atau media sosial, saat ini telah memberikan dukungan terhadap interaksi sosial secara masal dan terorganisir. Peran sosial media yang telah menggunakan teknologi berbasis web, kini telah mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Beberapa media sosial yang tengah populer saat ini antara lain Instagram, Facebook, Twitter, Tiktok, YouTube, dan Vlog. Tidak dapat dipungkiri, media sosial yang sudah sangat jauh berkembang pesat saat ini juga merupakan bagian dari media massa, maka jika diperhatikan tanpa mengingkari fungsi dan manfaat media massa dalam kehidupan masyarakat, disadari adanya sejumlah efek sosial negatif yang ditimbulkan oleh media massa sehingga media massa dianggap ikut bertanggung jawab atas terjadinya pergeseran nilai-nilai dan perilaku di tengah masyarakat seperti menurunnya tingkat selera budaya, meningkatnya kejahatan, rusaknya moral dan menurunnya kreativitas yang bermutu.

Efek negatif yang ditimbulkan oleh media sosial terutama dalam hal cyber crime bersumber dari besarnya kemungkinan atau potensi pada tiap anggota masyarakat untuk meniru apa-apa yang disaksikan ataupun diperoleh dari media online tersebut. Pengenalan (exposure) terhadap isi media memungkinkan khalayak untuk mengetahui sesuatu isi media tersebut kemudian dipengaruhi oleh isi media itu sendiri. Bersamaan dengan itu, rasa ingin tahu yang menambah keinginan masyarakat untuk meniru hal-hal yang terdapat pada media tersebut dan kecenderungan melakukannya tanpa memikirkan terlebih dahulu dampak yang ditimbulkannya.

Berhasil tidaknya media komunikasi massa dalam memberikan pengaruh pada masyarakat tergantung pada pihak yang menyebarkan informasi dalam hal ini media massa dan platform media sosial yang senantiasa memberikan, menyebarkan serta menyediakan berbagai macam informasi–informasi yang dapat langsung dikonsumsi oleh masyarakat. Media massa dan media sosial yang secara langsung belum bisa dikendalikan proses penyebaran dan penyediaan informasi maupun beritanya kepada masyarakat ini mengharuskan dari pihak masyarakat sendirilah yang bijak dalam menyikapi berita maupun informasi–informasi yang beredar.

Mengakses dan menjelajahi informasi di media massa berbasis teknologi elektronik maupun non-elektronik tidak secara mutlak dilarang ataupun dibatasi, namun kita sebagai masyarakat yang cerdas hendaknya menggunakan fasilitas media komunikasi massa yang tersedia ini seperlunya saja dan tidak berlebihan, tidak menjadi keperluan yang sangat utama dalam melakukan kegiatan sehari–hari atau bahkan mengubah pola hidup kita sebagai manusia yang seharusnya bisa lebih bersosialisasi dengan orang banyak, selain itu juga kita sebagai masyarakat pengguna media komunikasi massa harus mampu membedakan informasi yang memang bermanfaat dan dapat diuji kebenaran secara faktual dari informasi tersebut supaya bisa menghindari konfilik–konflik antar sesama masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *