Deklarasi PEMRAB SUMBAR melalui Musyawarah Anggota di Kota Padang, Kamis (12/6/2026).
Padang, Jurnalisbengkulu.com – Persatuan Mahasiswa Rantau Batuah Sumatera Barat (PEMRAB SUMBAR) resmi dideklarasikan melalui Musyawarah Anggota di Kota Padang, Kamis (12/6/2026). Forum tertinggi ini sekaligus menetapkan Fika Juwita sebagai Ketua Umum periode 2026–2027 secara aklamasi.
Musyawarah dihadiri 30 delegasi mahasiswa Mukomuko dari berbagai perguruan tinggi di Padang, Bukittinggi, dan sekitarnya. Kegiatan juga disaksikan langsung oleh pengurus inti serta Badan Pengawas Himpunan (BPH).
Proses pemilihan berlangsung dinamis namun tetap mengedepankan musyawarah mufakat. Pada tahap penjaringan, forum mengusulkan sembilan nama kader terbaik. Sebelumnya, Badan Pengawas Himpunan juga menyampaikan pesan kepada seluruh peserta.
“Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang adu gagasan yang sehat dan beretika. Siapa pun yang maju, bertandinglah dengan semangat sportivitas, mengedepankan visi dan pengabdian untuk organisasi,” ujar Diko Okta Siswandra, Pengawas Komisi III, saat membuka sesi pemilihan.
Setelah verifikasi kesiapan dan pemaparan visi-misi, delapan kandidat memilih mundur karena pertimbangan personal dan akademik. Kondisi itu menjadikan Fika Juwita sebagai calon tunggal. Seluruh peserta forum secara bulat memberikan dukungan dan mengesahkannya melalui Surat Keputusan Nomor 001/SK/PEMRABSUMBAR/VI/2026.
“Amanah ini bukan beban satu orang, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kepemimpinan ini tentang kebersamaan dan kebermanfaatan. Kita hadir untuk saling menguatkan dan memberi dampak nyata bagi mahasiswa maupun daerah kita,” ujar Fika dalam pidato kemenangannya.
Selain Ketua Umum, musyawarah juga mengukuhkan tiga anggota Badan Pengawas Himpunan (BPH) periode 2026–2027:
1. Januandra – Pengawas Komisi I
2. Yolanda Agurmantara – Pengawas Komisi II
3. Diko Okta Siswandra – Pengawas Komisi III
BPH bertugas menjalankan fungsi kontrol organisasi agar tata kelola berjalan sesuai AD/ART dan program kerja tepat sasaran.
Mengusung visi menjadikan PEMRAB SUMBAR sebagai pusat kolaborasi mahasiswa Mukomuko di perantauan, Fika memaparkan empat program prioritas:
1. Bank Data Mahasiswa – Pemetaan potensi dan keahlian mahasiswa Mukomuko untuk membangun jejaring lintas disiplin ilmu.
2. Forum Gagasan Mukomuko Maju – Diskusi berkala bersama akademisi dan pemangku kebijakan guna mengkaji isu krusial daerah, seperti pertanian, pendidikan, dan ekonomi kreatif.
3. Mahasiswa Pulang Mengabdi – Pengabdian langsung ke desa-desa di Mukomuko melalui pelatihan literasi digital dan pendampingan UMKM.
4. Gerakan Informasi Beasiswa – Pendampingan intensif bagi pelajar di Kabupaten Mukomuko agar mampu mengakses pendidikan tinggi dan jalur beasiswa.
Fika menegaskan status sebagai mahasiswa rantau harus menjadi modal untuk membangun daerah asal.
“Kita kuliah di rantau bukan untuk pergi, melainkan untuk kembali dengan bekal yang lebih baik. Dari sini kita belajar berpikir global dan membangun jaringan untuk kemudian dibawa pulang dalam bentuk aksi nyata,” tegasnya.
Di penutup acara, panitia berharap kehadiran PEMRAB SUMBAR melahirkan generasi muda berdaya saing tinggi. Organisasi ini juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Mukomuko.
Penulis: Diko Okta Siswandra











